PERNYATAAN SIKAP
Kami masyarakat adat Papua pada tanggal 13 Agustus 2010, berkumpul di Balai Adat Komunitas Mlab Kampung Mekari, Kabupaten Jayapura. Dalam rangka melaksanakan hari International Masyarakat Adat Sedunia pada tanggal 9 Agustus 2010. Bersamaan dengan momen ini kami menyatakan Pernyataan Sikap kami:
1. Bahwa pembangunan yang di laksanakan oleh pemerintah di atas tanah Papua, tidak memberdayakan, tidak melindungi, dan tidak berpihak kepada masyarakat adat Papua. Tetapi lebih menguntungkan masyarakat lain. Dan menambah kesengsaraan orang asli Papua, Karena itu pada hari ini kami meminta kepada Bank Dunia, Asia Development Bank, IMF yang terlibat dalam pendanaan pembangunan di Papua untuk mengevaluasi kondisi ini, kami mengutuk sikap arogansi dan kerakusan dunia International sehingga menyengsarakan orang asli Papua, jika memiliki motivasi yang baik untuk pembangunan orang Papua secara utuh maka segera melakukan Evaluasi Perencanaan , dan Pelaksanaan Pembangunan di Papua secara Total.
Australian Volunter International (AVI) mengadakan diskusi
tentang kondisi masyarakat adat di Indonesia. Diskusi terbatas ini diadakan di kantor
AVI, Jl. Bendungan Asahan II, Benhil, Jakarta Pusat. Tujuannya untuk membekali
relawan baru dengan pengetahuan tentang situasi politik di "tempat
baru" mereka. AVI meghadirkan dua narasumber. Pertama adalah Annas Radin
Syarif, Staff PB AMAN yang menyampikan materi tentang kondisi dan gerakan
masyarakat adat di Indonesia. Annas menjelaskan bahwa hak-hak masyarakat adat
sampai saat ini belum ada pengakuan dari Negara bahkan masih mengalami
penindasan, diskriminasi, dan pelanggaran HAM.
Ia orang Dayak Punan. Dalam sebuah diskusi informal, lelaki limapuluhan
tahun itu bicara, Kalau hutan habis, apakah saya masih disebut masyarakat
adat? Apakah saya masih orang Punan?
PERTANYAAN itu tiba-tiba menjadi besar dan rumit ketika
diucapkannya menjelang perayaan Hari Masyarakat Adat Sedunia (HMAS) yang tepat
dirayakan beberapa hari lalu, 9 Agustus 2010. Pun hanya berjarak seminggu dari
17 Agustus, hari kemerdekaan republik ini. Ternyata di usia 65 tahun republik
ini masih ada sekelompok masyarakat yang resah pada hak yang paling asasi dalam
hidupnya: tanah.
Memperingati hari masyarakat adat sedunia 2010 Aliansi
Masyarakat adat nusantara wilayah Sulawesi selatan (AMAN SUL-SEL) melakukan
malam renungan di monument mandala jln. Jenderal sudirman Makassar, kegiatan
berlangsung pada tanggal 8 Agustus 2010 yang dihadiri sekitar 100 orang
peserta.
Indonesias
Indigenous Peoples have called on the Government to prioritise discussions on a
draft law recognising their rights so that it can be passed by 2011, at the
commemoration of the International Day of the Worlds Indigenous Peoples held
at Taman Mini in Jakarta on 9 August