Oleh Muh.Nurji

Jambore Nasional (Jamnas) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) resmi dibuka di wilayah adat Perigi dan Limbungan, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Senin, 29 Juni 2026.

Pertemuan yang diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai wilayah adat di Nusantara ini menjadi ruang konsolidasi, regenerasi kepemimpinan, sekaligus pengambilan keputusan tertinggi organisasi.

Ketua Panitia Jamnas V BPAN Cindy Yohana menjelaskan Jambore Nasional ini merupakan amanat organisasi yang telah dilaksanakan sejak BPAN dideklarasikan pada 29 Januari 2012 di Curug, Bogor. Selama 14 tahun, BPAN terus membangun kaderisasi melalui berbagai jenjang pertemuan, mulai dari jambore kampung, wilayah, hingga nasional.

"Proses ini telah melahirkan banyak kader muda adat yang berperan sebagai pemimpin di kampung-kampung, juga ada yang menjadi pembela hak-hak Masyarakat Adat, jurnalis dan berbagai peran lainnya," ujar Chindy dalam laporannya.

Chindy menjelaskan Jamnas V BPAN mengusung tema "Pemuda Adat Menjaga Identitas, Mengelola Wilayah Adat, dan Tangguh Menghadapi Krisis". Tema ini menjadi penegasan komitmen pemuda adat dalam menjaga identitas budaya, memperkuat pengelolaan wilayah adat, serta mewujudkan Masyarakat Adat yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya.

Jamnas V BPAN berlangsung sejak 28 Juni hingga 3 Juli 2026. Berbagai kegiatan digelar diantaranya parade budaya, dialog publik, sarasehan tematik, sidang organisasi, pemilihan pengurus nasional, hingga berbagai kegiatan pendukung seperti pameran foto dan pemutaran film tentang pemuda adat.

Momentum Regenerasi Kepemimpinan

Deputi I Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Eustobio Rero Renggi mengatakan Jamnas menjadi momentum penting untuk meneruskan regenerasi kepemimpinan Masyarakat Adat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi komunitas adat.

"Kita tahu, khususnya anak-anak muda sekarang banyak yang pergi meninggalkan kampung. Di sisi lain, banyak wilayah adat yang dirampas dan Masyarakat Adat menjadi korban kriminalisasi hanya karena mempertahankan wilayahnya," katanya.

Ia menegaskan Jamnas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang refleksi terhadap perjuangan Masyarakat Adat selama ini.

"Momentum Jambore Nasional ini selain menjadi momentum konsolidasi gerakan pemuda adat, juga menjadi momentum merefleksikan sudah sejauh mana gerakan Masyarakat Adat, melalui pemuda adat mendukung perjuangan bersama Masyarakat Adat," ujarnya.

Sejumlah pemuda adat duduk menghadiri pembukaan Jamnas V BPAN di Lombok Timur. Dokumentasi AMAN

Wujud Tekad Bersama

Sementara itu, Penjabat Ketua Umum BPAN Hero Aprila menyebut kehadiran ratusan pemuda adat dari Sumatera hingga Papua merupakan wujud tekad bersama memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak Masyarakat Adat.

"Berangkat dari rasa senasib sepenanggungan, kami mendeklarasikan BPAN. Dari kampung kami berbicara untuk Nusantara, untuk Indonesia, hingga panggung global," katanya.

Hero menegaskan Jamnas V akan menghasilkan sejumlah dokumen strategis organisasi, mulai dari garis besar program kerja hingga manifesto pemuda adat sebagai sikap organisasi menghadapi berbagai persoalan di wilayah adat.

"Kami akan terus berupaya mendesak pengakuan dan perlindungan hak Masyarakat Adat di seluruh Nusantara," tegasnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Nusa Tenggara Barat

Writer : Muh.Nurji | Nusa Tenggara Barat
Tag : Jamnas V BPAN Lombok Timur Pemuda Adat Se-Nusantara