Oleh Risnan Ambarita

Masyarakat Adat Sihaporas di Tano Batak merayakan pekan kebudayaan nasional selama tiga hari di desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Perayaan kebudayaan nasional yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini berlangsung pada 26-28 September 2023.

Pembukaan pekan kebudayaan nasional ini ditandai dengan ritual adat meminta restu kepada leluhur Sihaporas supaya jalannya acara secara keseluruhan berlangsung aman dan lancar.

Di hari pertama pembukaan pekan kebudayaan nasional, seluruh Masyarakat Adat bersama para tamu dari tim Kemendikbudristek serta Pengurus Besar AMAN (PB AMAN) yang hadir dalam acara ini ikut serta dalam proses ritual yang dipimpin oleh penetua adat Sihaporas.

Tetua Adat Sihaporas, Mangitua Ambarita menjelaskan memasuki hari kedua, kegiatan pekan kebudayaan nasional diisi dengan melakukan tour ke beberapa situs sejarah. Mangitua menyebut situs sejarah yang dikunjungi berada di wilayah adat Sihaporas, salah satunya "Batu Sidua-Dua" yang merupakan salah satu batas wilayah adat dan "Buntu Pangaturan" bukit bekas perkampungan dimasa hidup leluhur Ompu Mamontang Laut Ambarita.


Selanjutnya di
hari ketiga, Masyarakat Adat Sihaporas melakukan musyawarah adat untuk keberlanjutan generasi dalam menjaga wilayah adat dan melestarikan budaya serta tradisi warisan leluhur melalui sekolah adat Sihaporas. Mangitua mengatakan pada hari yang sama dilakukan pertunjukan produk tradisional dan makanan tradisional yang ada di Sihaporas.

Mangitua menerangkan kehidupan sehari-hari Masyarakat Adat Sihaporas sangat erat dengan ragam aktivitas kebudayaan. Praktik ritual adat yang terikat dengan leluhur selalu dilaksanakan secara rutin, baik saat memulai berladang maupun saat aktivitas panen dan setelah selesai panen.

“Pengetahuan lokal ini secara terus menerus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan adat yang diinisiasi oleh komunitas adat Sihaporas,” jelas Mangitua.

Dikatakannya, pada dasarnya kebudayaan menjadi kebiasaan yang dilakoni oleh Masyarakat Adat Sihaporas. Tidak saja soal tradisi yang dipertunjukkan, namun juga budaya menyangkut semua hal baik sosial dan ekonomi. Semua saling berhubungan.

“Hal ini menjadi kekuatan Masyarakat Adat dalam mempertahankan eksistensinya di tengah arus global yang semakin maju. Kebudayaan menjadi ikatan sosial yang kuat, seperti dalam tradisi gotong royong, berladang. Ini semua membangkitkan semangat persatuan,” ungkapnya.

Staff Kedeputian IV PB AMAN Marolop Manalu menyatakan pekan kebudayaan nasional yang berlangsung di sekolah adat Sihaporas ini patut diapresiasi sebab tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini untuk memperkuat aktivitas kebudayaan Masyarakat Adat Sihaporas. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan agar lebih memberi makna bagi kehidupan Masyarakat Adat.

Sementara itu, Ketua AMAN Tano Batak Jhontoni Tarihoran mengatakan ragam kegiatan yang dilaksanakan dalam pekan kebudayaan nasional ini merupakan bagian dari upaya Masyarakat Adat Sihaporas untuk menunjukkan dan melestarikan kebudayaan yang ada. Namun, tidak luput dari pesan-pesan untuk melestarikan kebudayaan yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Sehingga ke depan, kata Jhontoni, kebudayaan yang sudah ada ini mampu tetap berjalan dengan nilai-nilai moral.

“Ini penting untuk mendukung proses pemajuan kebudayaan dan mendukung Masyarakat Adat tetap eksis dalam mempertahankan kebudayaannya,” ujarnya.

Jhontoni menyatakan kegiatan pekan kebudayaan nasional yang dilaksanakan oleh Masyarakat Adat Sihaporas ini mengandung pesan nilai untuk generasi muda agar tetap bertindak sesuai dengan kearifan lokal dan menunjukkan identitas. Sehingga Masyarakat Adat Sihaporas semakin percaya diri.

“Semua ini akan membuka pandangan umum tentang perjuangan Masyarakat Adat Sihaporas untuk wilayah adat,” kata Jhontoni.

Mersy Silalahi, salah seorang perwakilan dari Perempuan Adat Sihaporas mengucapkan terima kasih atas kepedulian Kemendikbudristek yang telah memberikan dukungan dan fasilitasnya sehingga kegiatan pekan kebudayaan nasional di sekolah adat Sihaporas dapat berjalan lancar. Mersy berharap semoga kerjasama ini menjadi peluang untuk kelestarian budaya warisan leluhur di Sihaporas.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Tano Batak, Sumatera Utara

Writer : Risnan Ambarita | Tano Batak
Tag : Masyarakat Adat Masyarakat Adat Sihaporas Pekan Kebudayaan