Oleh Annisa Tiara Putri

Sebanyak 20 orang perwakilan dari berbagai Komunitas Masyarakat Adat di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu ikut dalam pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Pekanbaru, Riau pada 23-25 Oktober 2023.

Pelatihan jurnalistik yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Satu Hati Menempa Jurnalis Masyarakat Adat Idealis”. Pelatihan mendapat respon positif dari para peserta. Mereka cukup antusias mengikuti pelatihan, bahkan banyak di antara peserta yang berasal dari pelosok kampung ini melontarkan pertanyaan dan memantik diskusi.

Tito Hermanto, peserta dari perwakilan Komunitas Masyarakat Adat Kenegerian Lubuk Cimpur, menyatakan antusiasmenya. Menurut pria berbadan tegap ini, pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat penting untuk diikuti, terutama bagi kalangan pemuda adat.

“Pelatihan ini sangat bagus dan baik untuk diikuti. Banyak hal yang didapat dari pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini,” kata Tito disela acara pelatihan.

Elani, peserta dari perwakilan Komunitas Masyarakat Adat Talang Jerinjing, juga menyatakan hal yang sama. Ia senang mendapatkan banyak hal positif dari pelatihan ini.

“Banyak ilmu jurnalistik yang kita dapat dari pelatihan ini,” tuturnya dengan sumringah.

Elani mengaku sebelumnya tidak tahu cara menulis berita. Tapi setelah ikut pelatihan, dirinya mulai paham seperti apa menulis berita tersebut. Elani menambahkan senang bisa ikut serta dalam pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh AMAN. Meski harus menempuh perjalanan waktu hingga enam jam lebih dari kampung, dirinya tidak merasa capek untuk ikut pelatihan di Pekanbaru, Riau. Bahkan, ada peserta dari desa Cenaku Kecil, Kampung Baru Kabupaten Indragiri Hulu harus menempuh waktu perjalanan hingga sepuluh jam lebih untuk sampai ke lokasi pelatihan.

“Kami datang dari pelosok kampung untuk mengikuti pelatihan Jurnalistik ini. Meski jauh tapi kami semangat,” katanya.

Elani berharap ilmu yang diperolehnya dari pelatihan jurnalistik ini dapat bermanfaat, terutama dalam melaporkan semua peristiwa dan kegiatan yang ada di kampung hingga nantinya bisa diketahui masyarakat luas.

Praktek Menulis

Selama tiga hari, para peserta pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat diberi materi perihal cara menulis berita serta diajak langsung mempraktekkan pengetahuan jurnalistik yang didapat dengan mengunjungi Pasar Bawah Pekanbaru, yang berada di pinggir sungai Siak. Setelah itu, masing-masing peserta diminta untuk menuliskan beritanya.

Banyak hal yang ditulis peserta pelatihan saat mengunjungi Pasar Bawah Pekanbaru, diantaranya dari aspek wisata, pedagang, renovasi bangunan, infrastruktur hingga kebersihannya.

Hasil tulisan para peserta dibahas satu per satu oleh pemateri, selanjutnya dievaluasi kekurangannya agar ke depannya para peserta dapat menulis laporan berita dengan lebih baik.

Peran Jurnalis Masyarakat Adat

Koordinator Infokom PB AMAN, Titi Pangestu menjelaskan bahwa jurnalis Masyarakat Adat berperan penting dalam mengangkat isu-isu yang tidak terjangkau oleh jurnalis media arus utama di kampung-kampung. Maka dari itu, sebutnya, PB AMAN melalui Direktorat Infokom telah melaksanakan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Papua, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Tana Luwu, Toraja, Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau.

Titi mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk dukungan yang telah menjadi program prioritas dari Infokom PB AMAN guna mempublikasikan segala aktivitas Masyarakat Adat dan peristiwa yang terjadi di Komunitas Masyarakat Adat.

“Kita ingin segala aktivitas yang ada di kampung maupun seluruh kegiatan AMAN di setiap daerah bisa terpublikasi lewat tulisan Jurnalis Masyarakat Adat,” kata Titi dalam sambutannya saat membuka pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Pekanbaru, Riau pada Senin, 23 Oktober 2023.

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Kampar, Himyul Wahyudi menyatakan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kader AMAN diberbagai Komunitas Masyarakat =Adat di Riau untuk mengikuti pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat. Wahyudi berharap melalui pelatihan ini, kader-kader AMAN yang ada di Kampar dan Indragiri Hulu bisa mempublikasikan segala aktivitas yang dilaksanakan oleh Komunitas Masyarakat Adat di kampungnya kepada khalayak ramai.

“Publikasi ini sangat penting agar masyarakat mengetahui aktivitas Masyarakat Adat di kampung,” kata Wahyudi.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Indragiri Hulu, Gilung yang turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Jurnalis Masyarakat Adat di Pekanbaru Riau. Ia menyemangati para peserta untuk serius mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh PB AMAN ini. Menurutnya, sayang jika kegiatan pelatihan jurnalistik ini dilewatkan begitu saja karena banyak ilmu yang bisa diambil, terutama bagi anak-anak muda Talang Mamak yang menjadi pesertanya.

“Ini pengalaman pertama dari anak-anak muda Talang Mamak ikut pelatihan jurnalistik, kita bersyukur mereka bisa ikut pelatihan karena kelak harapannya mereka bisa mentransfer pengetahuannya dan mengangkat segala kisah yang ada di Komunitas Masyarakat Adat Talang Mamak,” ungkapnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Kampar, Riau

Writer : Annisa Tiara Putri | Riau
Tag : Kader AMAN Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Riau