Oleh Nirwan

Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu menggelar pendidikan politik untuk Masyarakat Adat secara marathon di tiga komunitas Masyarakat Adat yang berbeda mulai 4-8 November 2023.

Pendidikan politik yang pertama digelar di komunitas Masyarakat Adat Mungkajang pada 4 November 2023. Tiga hari kemudian, pendidikan politik dilaksanakan di komunitas Masyarakat Adat Rongkong pada 7 November 2023. Terakhir, dilaksanakan di komunitas Masyarakat Adat Walendrang pada 8 November 2023.

Ketua Pengurus Harian Wilayah (PHW) AMAN Tana Luwu, Irsal Hamid dalam sambutannya saat menghadiri pendidikan politik di komunitas Masyarakat Adat Mungkajang menyatakan bahwa pendidikan politik ini sangat penting bagi seluruh Masyarakat Adat. Sebab, bisa membangun kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan Masyarakat Adat yang lebih baik.

Irsal menerangkan melalui pendidikan politik,  Masyarakat Adat dapat menumbuhkembangkan pemahamannya terhadap hak-hak Masyarakat Adat. Dengan cara itulah, kata Irsal, sikap-sikap politik kita akan terbangun dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Kita berharap masa depan Masyarakat Adat di negeri ini lebih baik, karena itu perlu pendidikan politik,”  ujar Irsal Hamid.

Irsal menerangkan sejak awal sikap poltik AMAN secara organisatoris beragenda soal perlindungan sosial-budaya dan kemandirian ekonomi Masyarakat Adat.  Beranjak dari dasar pemikiran ini, sebut Irsal, penting kiranya untuk melakukan pendidikan politik alternatif pada taraf komunitas yang tersebar di Tana Luwu sebagai bentuk penyadaran akan hak-hak politik Masyarakat Adat.

Selain daripada itu, kata Irsal, tujuan pendidikan politik yang dilaksanakan oleh AMAN Tana Luwu ini berangkat dari kondisi rill di komunitas-komunitas yang tersebar di Tana Luwu, yang masih dalam kegamangan politik.

“Kalau kita berbicara tentang politik, seolah kita sudah berpolitik praktis. Cara berpikir seperti ini salah, membuat kita gamang bicara politik,” imbuhnya.

Dosen Universitas Andi Djemma Palopo, Abdul Rahman Nur selaku narasumber dalam pendidkan politik ini menyatakan Masyarakat Adat tidak boleh pasif terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang ada, sebab kondisi yang ada saat ini adalah hasil dari produk kebijakan politik pemerintah.

Abdul Rahman menambahkan politik bukan hanya aktifitas lima tahun sekali, namun lebih dari itu politik adalah prilaku dalam penghidupan kita sehari-hari.

Foto bersama Pendidikan Politik Masyarakat Adat Tana Luwu. Dokumentasi AMAN

Kehadiran Negara

Lasri, salah seorang peserta dari komunitas Masyarakat Adat Mungkajang menyatakan bersyukur bisa ikut  pendidikan politik.  Perempuan berusia 53 tahun ini menilai pendidikan politik sangat dibutuhkan oleh Masyarakat Adat karena selama ini negara tidak hadir dalam ruang-ruang Masyarakat Adat.

Lasri mencontohkan di komunitas Masyarakat Adat Mungkajang, dimana Masyarakat Adat kerap menghadapi ketidakpastian akan hak-hak kepemilikan lahan.

“Hampir 60 persen penghasilan kami bersumber dari hutan adat, tapi dirampas perusahaan. Kami tidak berdaya karena negara tidak pernah hadir melindungi Masyarakat Adat,” kata Lasri.

Lasri menerangkan kondisi yang sama juga sedang terjadi di komunitas Masyarakat Adat Rampi dan Seko (Komunitas Masyarakat Adat Turong) yang sedang menghadapi perambahan-perambahan tanah. Situasi ini kerap merugikan Masyarakat Adat setempat.

“Situasi ini, secara tegas memperlihatkan inkopatibilitas negara terus terulang,” ujarnya sembari menambahkan padahal dalam kasus ini, ada SK No 300 Tahun 2004 tentang pengakuan Masyarakat Adat  Seko dan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang pengakuan Masyarakat Adat oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Lasri berharap agenda-agenda pendidikan politik alternatif seperti ini terus diagendakan oleh PW AMAN Tana Luwu untuk  bisa dilaksanakan secara rutin ke depannya. Hal ini penting mengingat pengetahuan Masyarakat Adat soal pendidikan politik di komunitas-komunitas yang tersebar di Tana Luwu perlu ditingkatkan sebagai jalan emansipasi Masyarakat Adat.

“Masyarakat Adat membutuhkan pendidikan politik untuk masa depannya yang lebih baik,” ujarnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari AMAN Tana Luwu

Writer : Nirwan | Tana Luwu
Tag : AMAN Tana Luwu Pendidikan Politik Masyarakat Adat