Oleh Chiska Putri Sartika

Anggota komunitas AMAN Banten Kidul bertambah menyusul disepakatinya Kasepuhan Ciseel menjadi anggota AMAN dalam Musyawarah Adat yang diselenggarakan bersamaan dengan rapat pemilihan pejabat Ketua Pengurus Harian AMAN Banten Kidul.

Musyawarah yang dihadiri para tetua adat dari berbagai komunitas Masyarakat Adat di Banten dan Jawa Barat ini menghasilkan kesepakatan menerima Kasepuhan Ciseel menjadi anggota AMAN Banten Kidul. Kasepuhan Ciseel merupakan rendangan atau semacam cabang dari Kasepuhan Cicarucub.

Ketua Dewan AMAN Daerah Banten Kidul Sukanta mengatakan jumlah Komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Banten Kidul saat ini ada 16 (enam belas) yang tersebar di 4 Kabupaten dan berada di 2 Provinsi yakni  Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten dan Kabupaten Sukabumi serta Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat.

Sukanta mengatakan wilayah kerja AMAN Banten Kidul cukup luas sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi mewujudkan Masyarakat Adat Kasepuhan yang mandiri, berdaulat dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua Adat Kasepuhan Ciseel, Abah Arat menyatakan setelah kesepakatan ini, dirinya  akan menghadap Abah Oyot selaku Ketua Adat Kasepuhan Cicarucub.

“Saya mau meminta izin ke Abah Oyot untuk menjadi anggota AMAN Banten Kidul,” ujarnya, sembari menerangkan Kasepuhan Cicarucub merupakan komunitas adat anggota AMAN Banten Kidul sejak tahun 1999.

Potret Masyarakat Adat Kasepuhan Ciseel. Dokumentasi AMAN

Nakhoda Sementara AMAN Banten Kidul

Pada saat bersamaan gabungnya Kasepuhan Ciseel menjadi anggota AMAN Banten Kidul, Jajang Kurniawan atau yang akrab dipanggil Jaro Jajang diberi kepercayaan menakhodai sementara kepengurusan AMAN Banten Kidul setelah Lili Herdiana mengundurkan diri sebagai Ketua karena telah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Jajang yang berasal dari Kasepuhan Citorek ini diangkat menjadi Pejabat Ketua Pengurus Harian AMAN Banten Kidul sampai terpilihnya Ketua definitif hasil Musyawarah Daerah yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2025.

“Masa tugas saya hanya dua tahun, mulai dari akhir tahun 2023 hingga awal Januari 2025,” ungkap Jajang usai ditetapkan sebagai Pejabat Ketua PH AMAN Banten Kidul dalam rapat pengurus di Kasepuhan Ciseel, Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng Lebak, Banten pada 23 Desember 2023.

Jajang terpilih secara aklamasi dalam rapat sebagai Pejabat Ketua PH AMAN Banten Kidul setelah namanya diusung oleh pengurus. Rapat Pengurus Daerah AMAN Banten Kidul ini dipimpin oleh Sukanta sebagai Ketua Dewan AMAN Daerah Banten Kidul.

Sebelumnya, Jajang menjabat sebagai anggota Dewan AMAN Daerah (Damanda) Banten Kidul. Ia juga pernah menjabat sebagai Dewan AMAN Nasional (Damannas) region Jawa pada periode 2012-2017

Jajang menyatakan terima kasih atas kepercayaan pengurus padanya. Ia bertekad dalam dua tahun ini akan meningkatkan kerja-kerja organisasi di Pengurus Harian AMAN Banten Kidul. Ia juga akan meneruskan dan mempertahankan program-program yang sudah baik dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya.

“Kita akan majukan organisasi AMAN ini bersama-sama,” katanya 

Lili Herdiana menyatakan siap membantu kerja-kerja organisasi selanjutnya meski tidak menjabat sebagai Ketua. Ia mengaku harus mengundurkan diri karena baru saja diangkat menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara.

“Didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AMAN tidak memperbolehkan Aparatur Sipil Negara untuk menjabat menjadi Ketua Pengurus Harian, namun sebagai kader AMAN saya siap membantu untuk kerja-kerja organisasi selanjutnya,” kata Lili Herdiana.

Lili menyatakan mohon maaf yang sebesar-besarnya baik kepada pengurus AMAN Daerah Banten Kidul, maupun kepada komunitas anggota AMAN Banten Kidul apabila selama menjabat sebagai Ketua Pengurus Harian AMAN Banten Kidul banyak kesalahan dan kekurangan.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Banten Kidul

Writer : Chiska Putri Sartika | Banten Kidul
Tag : AMAN Banten Kidul Kasepuhan Ciseel Kasepuhan Cicacurub