Oleh Samsir

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah sukses melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV menyusul terpilihnya Yasin Labente sebagai Ketua Pengurus Harian AMAN Wilayah Sulawesi Tengah periode 2024-2029.

Yasin terpilih secara aklamasi hasil musyawarah mufakat seluruh peserta Muswil ke IV AMAN Sulawesi Tengah. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PD AMAN Togean ini mengatakan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Ia berjanji akan menjaga amanah ini dengan kerja keras untuk memajukan AMAN Sulawesi Tengah.

“Terima kasih, kepercayaan ini akan saya jaga dengan penuh tanggung jawab dan kerja keras,” kata Yasin usai Muswil ke IV di desa Bangkagi, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una pada 27 Januari 2024.

Muswil ke IV AMAN Sulawesi Tengah yang berlangsung sejak 25-27 Januari 2024 dihadiri sekitar 113 komunitas Masyarakat Adat yang terhimpun dari 13 Pengurus Daerah AMAN se-Sulawesi Tengah.

Selain memilih Ketua baru, Muswil ke IV juga mengagendakan acara konsolidasi Masyarakat Adat, mengevaluasi dan merumuskan kerja-kerja organisasi AMAN Sulawesi Tengah periode 2024-2029.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Simbolinggi, yang turut hadir dalam Muswil ini menyatakan gerakan Masyarakat Adat saat ini penuh dengan tantangan, di mana perampasan wilayah adat atas nama pembangunan sering terjadi diberbagai pelosok negeri ini.

Rukka menerangkan investasi pertambangan dan perkebunan skala besar acapkali menyingkirkan Masyarakat Adat dari tanah leluhurnya, yang secara turun temurun telah dijaga, dikelola dan dilestarikan sebagai warisan peradaban sosial Masyarakat Adat.

“Masyarakat Adat harus merawat sejarah atas perjuangan pendahulu para leluhur kita," ujarnya.

Rukka mengingatkan bagaimana perlawanan Masyarakat Adat Lore Lindu di Sulawesi Tengah terhadap pemaksaan negara untuk menguasai alam. Padahal, Masyarakat Adat telah mengelola dan menyandarkan hidupnya dalam kawasan hutan selama berpuluh tahun lamanya.

"Sulawesi Tengah ini adalah kandungan Masyarakat Adat, yang melahirkan AMAN," terangnya.

Sampai saat ini, kata Rukka, gerakan Masyarakat Adat terus memperjuangkan Undang-Undang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat. Namun ditengah perjuangan itu, lanjutnya, justru negara memproduk Undang-Undang sektoral yang melegalisasi perampasan wilayah adat.

"Bahkan, perampasan wilayah adat disertai dengan kekerasan," tegasnya.

Oleh karenanya, Rukka mengajak seluruh Masyarakat Adat harus solid mengawal kader-kader AMAN yang maju bertarung sebagai calon anggota DPRD, DPR RI maupun DPD RI untuk dimenangkan pada Pemilu 14 Februari 2024.

“Agar, ketika terpilih tentunya bisa membawa aspirasi Masyarakat Adat,” imbuhnya.

Harapan

Ketua Pengurus Daerah AMAN Banggai Laut, Irwanto Tadeko sebagai salah seorang peserta Muswil menyatakan bersyukur pelaksanaan Muswil AMAN Sulawesi Tengah telah berlangsung lancar dan sukses. Ia berharap kepengurusan yang baru terpilih dari hasil Muswil ke IV ini dapat memastikan organisasi AMAN Sulawesi Tengah berjalan dengan baik. Dan, tentunya terus memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat di Sulawesi Tengah.

"Ketua terpilih tentunya punya energi baru untuk melanjutkan gerakan Masyarakat Adat di Sulawesi Tengah yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh harap.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Sulawesi Tengah

 

Writer : Samsir | Sulawesi Tengah
Tag : AMAN Sulawesi Tengah Muswil ke-IV