Oleh Isnah Ayunda, Nesta Makuba, Apriadi Gunawan

Para Tokoh Masyarakat Adat di tanah air merasa bangga sekaligus senang atas penunjukan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolingi sebagai panelis debat kedua Calon Wakil Presiden yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Minggu, 21 Januari 2024.

Para tokoh Masyarakat Adat berharap siapapun yang terpilih dalam Pilpres di Pemilu 2024 ini dapat  memperhatikan serta memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan Masyarakat Adat. Tidak ada lagi perampasan wilayah adat dan kriminalisasi terhadap tokoh Masyarakat Adat..

Kepala Suku Balik Sepaku, Sentoun Sibukdin dari Kalimantan Timur menyatakan penunjukkan Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi sebagai panelis debat calon Wakil Presiden menandakan bahwa Masyarakat Adat perlu mendapat perhatian serius di negeri ini.

Sentoun menaruh harapan besar isu Masyarakat Adat dalam debat kali ini tidak sebatas jadi bahan diskusi oleh para calon Wakil Presiden, namun bisa diimplementasikan oleh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam wujud pengesahan RUU Masyarakat Adat.

“Ini harapan kami, siapa pun pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dapat mengesahkan RUU Masyarakat Adat,” kata Sentoun pada Rabu (17/1/2024).

Sentoun menambahkan selain RUU Masyarakat Adat, para calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih nantinya juga harus memikirkan hak-hak Masyarakat Adat, terutama Masyarakat Adat Suku Balik yang berada di Ibukota Nusantara (IKN). Ia berharap Masyarakat Adat Suku Balik jangan sampai tersingkirkan dengan adanya Ibukota Nusantara.

“Suku Balik harus diperhatikan keberadaan dan hak-haknya oleh Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih nanti di Pemilu 2024,” tegasnya.

Sentoun menyatakan Masyarakat Adat Suku Balik akan menilai nanti siapa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang berkomitmen melindungi hak-hak Masyarakat Adat Suku Balik serta menjamin bahwa Masyarakat Adat Suku Balik tidak akan tersingkirkan dari Ibukota Nusantara.

“Harus ada payung hukum bagi Suku Balik agar tidak tersingkir dan dirampas hak-haknya di IKN,” ujarnya.

Senada dengan tokoh Masyarakat Adat Suku Balik, Ketua Pengurus Harian AMAN Jayapura Benhur Wally juga memberikan penilaian positif atas keterlibatan Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi sebagai panelis debat calon Wakil Presiden. Menurutnya, ini merupakan sebuah kepercayaan oleh negara terhadap Masyarakat Adat yang konsisten memperjuangkan cita -cita luhur Masyarakat Adat selama ini.

"Saya apresiasi KPU telah melibatkan Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi sebagai salah seorang panelis debat Calon Wakil Presiden,” kata Benhur pada Kamis (18/1/2024).

Masyarakat Adat Balik Melakukan Aksi Menolak Relokasi

Benhur tidak meragukan kemampuan Rukka Sombolinggi sebagai panelis. Menurutnya, penunjukkan Rukka Sombolinggi sebagai panelis debat Calon Wakil Presiden sudah tepat karena salah satu tema yang dibahas dalam debat tentang isu Masyarakat Adat. Benhur menyebut Rukka sangat menguasai permasalahan Masyarakat Adat di negeri ini.

“Rukka ahli soal Masyarakat Adat, hingga kini dia menjabat Sekjen AMAN dua periode,” ungkapnya.

Benhur berharap para calon Wakil Presiden nantinya bisa lebih terbuka dan memberi solusi atas permasalahan Masyarakat Adat saat ini. Tidak terjebak pada debat yang saling menjatuhkan demi popularitas.

“Kami ingin lihat seperti apa kepedulian dan komitmen para calon Wakil Presiden terhadap Masyarakat Adat,” katanya sembari menuturkan dirinya akan menggelar nonton bareng debat kedua calon Wakil Presiden bersama Masyarakat Adat di Jayapura, Papua.

Benhur juga menaruh harapan kepada para calon Wakil Presiden nantinya dapat memboboti materi isu Masyarakat Adat dengan lingkungan. Benhur yakin ini akan menjadi menarik mengingat keterlibatan Indonesia secara global sebagai penyumbang Co2 terbesar di dunia.

Panelis Debat Kedua Calon Wakil Presiden

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan 11 nama panelis debat kedua calon Wakil Presiden pada Minggu (21/1/2024). Para panelis akan menyusun pertanyaan untuk ketiga peserta debat calon Wakil Presiden meliputi Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi terpilih menjadi salah satu panelis yang akan menyusun pertanyaan soal Masyarakat Adat. Pertanyaan ini akan menjadi salah satu materi debat yang akan dibahas oeh para calon Wakil Presiden.

Komisioner KPU August Mellaz menyatakan pihaknya telah mendapatkan komfirmasi kesediaan dari seluruh panelis.

"Untuk panelis, kami sudah mendapatkan konfirmasi kesediaan dari 11 orang yang akan kami karantina pada tanggal 19 Januari, hari Jumat," kata August Mellaz.

Selanjutnya, kata Mellaz, para panelis akan merumuskan pertanyaan dalam debat yang akan diikuti oleh masing-masing calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Mahfud MD.

Profil Panelis Rukka Sombolinggi

Rukka Sombolinggi, SP, MA. merupakan ahli Masyarakat Adat yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Rukka menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) dan gelar Master bidang Ilmu Politik di Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Rekam jejaknya banyak terkait dengan gerakan dan hak-hak Masyarakat Adat. Dirinya sempat bergabung dengan Program Masyarakat Adat Regional UNDP di UNDP Asia Pasific Regional Centre di Bangkok, Thailand pada 2007.

***

Penulis Isnah merupakan Jurnalis Masyarakat Adat dari Kalimantan Timur, Nesta dari Jayapura Papua

Writer : Isnah Ayunda, Nesta Makuba, dan Apriadi Gunawan | Kalimantan Timur dan Papua
Tag : Sahkan RUU Masyarakat Adat Debat Pilpres