‎Oleh : Dirga Y. Tandi

‎Sekolah adat region Sulawesi menyatakan siap menyukseskan pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII yang akan berlangsung di Toraya, Sulawesi Selatan pada Maret 2027. 

Sekolah adat akan berkontribusi membawa sayur-sayuran hortikultura serta bahan pokok lainnya dalam rangka untuk mendukung kepanitiaan mempersiapkan kebutuhan pangan peserta KMAN VII.

Muhlis Paraja, penggagas sekolah adat di Gowa, menyatakan sekolah adat Gowa siap mendukung dan menyukseskan KMAN VII di Toraya. Ia menyatakan siap berkontribusi lewat hasil bumi sayur mayur. 

‎"Sekolah adat dari Gowa siap mendukung dalam bentuk sayur-sayuran holtikultura dan beras," kata Muhlis Paraja dalam kegiatan konsolidasi sekolah adat region Sulawesi di Tongkonan Pao, wilayah adat Nanggala, Kabupaten Toraja Utara,Sulawesi Selatan pada Rabu, 16 September 2026.

Aco Bahri dari AMAN Majenne juga menyatakan komitmennya untuk berkontribusi di KMAN VII. Ia menyebut sekolah adat dan Masyarakat Adat Majenne akan membawa sejumlah kebutuhan pangan di KMAN VII

‎‎"Majenne akan membawa Ikan, minyak kelapa, kunyit pandan, kelapa di KMAN VII," ujarnya. 

‎‎Hal senada juga disampaikan sejumlah perwakilan sekolah adat dari berbagai daerah. Mereka siap berkontribusi dan menyukseskan KMAN VII di Toraya. 

‎Selain berkontribusi untuk kebutuhan konsumsi, sekolah adat region Sulawesi juga mulai menginvertarisir hal-hal yang akan akan ditampilkan di KMAN VII nanti. 

Suasana kondolidasi sekolah adat region Sulawesi di wilayah adat Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan pada Rabu, 16 September 2026. Dokumentasi AMAN

Harus Bekerja Sama 

‎Hal ini sejalan dengan harapan Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi' saat menyampaikan sambutannya secara daring di acara konsolidasi sekolah adat region Sulawesi. Rukka berharap sekolah adat dapat bekerja sama menyukseskan KMAN VII. 

‎‎"Mudah-mudahan kita bisa menunjukkan diri melalui KMAN VII yang akan kita laksanakan di 'Tondok Toraya pada Maret 2027," terang Sekjen. 

‎‎"Sekolah adat harus bekerja sama, kalau kita mau berjalan cepat bukan berjalan sendiri, tapi kalau ingin berjalan jauh dan panjang dan lama maka syaratnya adalah berjalan bersama-sama,” sambungnya.

‎Rukka menyemangati guru, murid serta fasilitator sekolah adat di Sulawesi agar terus semangat, khususnya dalam menghadapi KMAN VII. 

‎Terkhusus buat tim fasilitator sekolah adat, Rukka berpesan jangan patah semangat untuk terus bekerja karena kerja keras kawan-kawan semua yang akan menentukan masa depan AMAN.

”Masa depan Masyarakat Adat di Indonesia, masa depan bumi dan masa depan seluruh manusia di permukaan bumi," imbuhnya. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Toraya, Sulawesi Selatan

Writer : Dirga Y. Tandi | Toraya, Sulawesi Selatan
Tag : Toraja Sekolah Adat Region Sulawesi