Oleh Apriadi Gunawan

AMAN mendapat kabar gembira dari The Skoll Foundation. Organisasi nirlaba yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat itu mengumumkan bahwa AMAN – di bawah kepemimpinan Rukka Sombolinggi – memperoleh penghargaan “Skoll Award for Social Innovation.”

Pengumuman yang disampaikan secara daring pada Minggu (2/4/2023) malam pukul 20.00 WIB tersebut, disambut riang gembira oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN Rukka Sombolinggi bersama jajaran pengurus organisasi.

Rukka menyatakan bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh The Skoll Foundation kepada AMAN. Ia berterima kasih kepada semua pihak, khususnya para tetua adat yang telah membidani kelahiran AMAN pada 1999 lalu.

Rukka mengatakan bahwa penghargaan itu mustahil bisa dicapai tanpa bantuan sejumlah pihak, termasuk rekan-rekan organisasi pendukung dan mitra maupun donor.

"Tanpa bantuan teman-teman semua, mungkin kami tidak sampai pada titik ini,” kata Rukka usai mendengarkan pengumuman penghargaan itu.

Rukka juga mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh The Skoll Foundation merupakan hasil kerja keras secara kolektif Masyarakat Adat di seluruh Nusantara, Asia, dan dunia sekaligus bukti baik atas apa yang diperjuangkan AMAN selama ini.

“Perjuangan kami berada di jalan yang benar," ujarnya.

Rukka menambahkan kalau penghargaan itu juga hasil dari perjalanan panjang AMAN dalam memperjuangkan hak Masyarakat Adat di Tanah Air. Karena itu, ia berharap penghargaan bergengsi itu bisa menjadi pemicu semangat AMAN untuk tetap konsisten memperjuangkan hak Masyarakat Adat.

“Penghargaan ini jadi motivasi AMAN untuk terus berjuang membela hak Masyarakat Adat,” katanya.

Perempuan asal Masyarakat Adat Toraja yang memimpin AMAN untuk periode kedua tersebut, berharap Masyarakat Adat ke depan bisa lebih kuat di tengah kemunduran kebijakan yang menekan, khususnya bagi perempuan adat dan pemuda adat yang menjadi  masa depan perjuangan dan benteng dalam menjaga wilayah adat dan kampung.

Penghargaan tersebut, tambah Rukka, merupakan apresiasi untuk seluruh perempuan adat dan pemuda adat di Nusantara yang telah berjuang menjaga wilayah adat dan kampung dari segala bentuk tindak perampasan wilayah adat. Menurutnya, perampasan wilayah adat menyebabkan berbagai kekayaan serta keragaman hayati dan budaya yang dimiliki Masyarakat Adat, jadi punah.

“Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk memastikan Masyarakat Adat di Indonesia bersatu, menyatukan visi dan misi, serta mengonsolidasikan diri dalam memperjuangkan hak Masyarakat Adat,” ujarnya.

Deputi IV Sekjen AMAN Bidang Sosial Budaya Mina Susana Setra menyebut bahwa jumlah anggota AMAN saat ini sekitar 20 juta jiwa lebih. Mereka bernaung di 2.449 komunitas Masyarakat Adat di seluruh Indonesia. Ia menerangkan, dengan jumlah anggota yang besar, AMAN diharapkan menjadi rumah bersama untuk menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan hak Masyarakat Adat. Mina juga menyatakan bahwa AMAN menginisiasi berdirinya Credit Union (CU) untuk menggalang potensi ekonomi Masyarakat Adat lewat mekanisme pendanaan yang belum sepenuhnya dikerjakan di wilayah adat. Padahal, AMAN punya 108 kelompok badan usaha di tingkat komunitas Masyarakat Adat.

“Potensi ini yang sedang kami kembangkan,” kata Mina.

Mina menyatakan bahwa seharusnya dunia ini adil dan bisa menyejahterakan Masyarakat Adat, di mana ketika Masyarakat Adat ingin mengelola wilayah adatnya, tidak harus bertempur dengan tentara, ditangkap polisi, dan berkelahi dengan perusahaan.

“Dunia seperti ini yang kita inginkan, di mana keadilan dalam atau luar komunitas, bisa ditegakkan," tandasnya.

Penghargaan Diserahkan pada 13 April

AMAN berhasil meraih penghargaan Skoll Award 2023 untuk kategori “Inovasi Sosial.” Penghargaan itu diberikan ke organisasi-organisasi yang dinilai telah berperan memajukan perubahan sosial di seluruh dunia.

Tentu saja, itu bukan pertama kali bagi AMAN memperoleh penghargaan. Sebelumnya, sejumlah penghargaan bergengsi pernah diraih AMAN, termasuk Elinor Ostrom Award tahun 2015, Anugerah Kebudayaan Kemendikbud tahun 2018, dan Ormas Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri RI tahun 2018.

Selain AMAN, Skoll Award 2023 juga diberikan kepada empat organisasi lain, yaitu Reach Digital Health dari Afrika Selatan, Protect Democracy dan Policy Link dari Amerika Serikat, serta Conexsus dari Brasil. Penghargaan akan diserahkan dalam Forum Dunia Skoll ke-20 yang berlangsung di New Theatre, Oxford, Inggris pada Kamis 13 April 2023.

Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi mengatakan bahwa ia akan berangkat ke Inggris untuk menerima penghargaan tersebut. Rukka akan ditemani dua orang Deputi Sekjen AMAN, yaitu Eustobio Rero Renggi dan Mina Susana Setra. Selain itu, ia mengundang salah satu perwakilan dari organisasi jejaring untuk ikut, yaitu Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Sartika.

CEO Skoll Foundation Don Gips mengatakan, seiring dengan tantangan global yang terus meningkat, para peraih penghargaan Skoll tersebut – lewat tekad dan inovasinya – memberi harapan dan inspirasi untuk masa depan, seperti upaya dalam menghentikan penggundulan hutan, menggunakan teknologi untuk memastikan ibu baru di Afrika Selatan secara aman dan sehat, memperkuat demokrasi, atau mendorong perubahan kebijakan bagi individu yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Para inovator sosial ini mengubah dunia kita,” ujarnya dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Skoll.org pada Selasa, 5 April 2023.

Pengurus AMAN Beri Apresiasi

Ketua AMAN Bengkulu Def Tri Hardianto mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Sekjen AMAN beserta jajarannya dalam meraih Skoll Award 2023. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas penghargaan yang diraih AMAN tersebut. Menurutnya, itu tidak terlepas dari peran dua perempuan tangguh yang ada di Pengurus Besar (PB) AMAN, yaitu Rukka Sombolinggi dan Mina Setra.

“Rukka dan Mina merupakan sosok pemimpin gerakan sosial di Indonesia hari ini yang sangat pantas menerima penghargaan Inovator Sosial dari Skoll Foundation,” kata Def Tri pada Rabu (5/4/2023).

Menurutnya, Rukka dan Mina adalah dwi tunggal perempuan di PB AMAN yang mampu menjaga asas keberlangsungan capaian yang selama ini diraih AMAN. Keduanya berhasil membawa AMAN dan Masyarakat Adat memberikan sumbangsih terhadap dinamika dunia internasional dan menjadi referensi kemanusiaan global hari ini.

Def Tri juga menilai bahwa AMAN telah berkembang pesat di bawah kepemimpinan Rukka Sombolinggi. Ia memiliki kemampuan dalam mendinamisasi capaian dalam perjuangan Masyarakat Adat dengan melakukan penekanan pada aktualisasi gerakan: menciptakan transformasi gerakan AMAN menjadi lebih maju, modern, dan profesional untuk membawa misi perubahan. Kemudian, melanjutkan dinamisasi berbagai Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) yang harus menjadi kekuatan mandiri dan membangun sinergi dengan seluruh kekuatan bangsa.

“Di bawah kepemimpinan Rukka, AMAN menjalankan roda kepemimpinan secara kolektif dan terpimpin sebagai ciri khas gerakan Masyarakat Adat,” ungkapnya.

***

 

Writer : Apriadi Gunawan | Jakarta
Tag : Skoll Award