Oleh Apriadi Gunawan

Nusantara Fund telah resmi diluncurkan oleh tiga organisasi nasional: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Senin (8/5/2023) di Jakarta.

Peluncuran Nusantara Fund ini bertujuan untuk memberikan pendanaan langsung kepada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal agar mampu bergerak lebih masif dalam menjaga bumi untuk kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi menyatakan wilayah serta ruang hidup Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal saat ini semakin hari kian terancam akibat lemahnya perlindungan dan pengakuan oleh pemerintah serta derasnya arus investasi. Untuk itu, mereka perlu membuat terobosan untuk melindungi dan mengelola tanah, wilayah, dan sumber daya Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Terobosan tersebut diperkuat dengan inisiatif meluncurkan Dana Nusantara.

“Nusantara Fund merupakan inisiatif pertama kali di dunia dalam hal penyaluran hibah secara langsung kepada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk melanjutkan berbagai aktivitas dalam melindungi dan mengelola tanah, air, wilayah, adat, lingkungan hidup, dan sumber-sumber agraria lainnya,” kata Rukka usai peluncuran Dana Nusantara di Jakarta.

Rukka menjelaskan sekitar 80 persen keanekaragaman hayati dunia dilindungi dan dikelola oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Ia berharap dengan dukungan Nusantara Fund,  kontribusi dalam mengurangi emisi, deforestasi, dan degradasi hutan akan semakin besar.

Kemudian, Nusantara Fund juga dapat meningkatkan pemetaan Wilayah Adat, Wilayah Kelola Rakyat, dan Lokasi Prioritas Reforma Agraria sebesar 20 juta hektare, serta pendaftaran tanah dan wilayah Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal seluas 7,8 juta hektare, hingga rehabilitasi dan restorasi 3,5 juta hektare wilayah serta lahan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.

Selain itu, Nusantara Fund juga ingin mewujudkan berbagai model produksi, distribusi dan konsumsi yang berkeadilan dan berkelanjutan, membentuk pusat-pusat Pendidikan Rakyat.

Rukka menyatakan target-target tersebut setidaknya akan berdampak langsung pada sedikitnya 30 juta orang atau setidaknya 11 persen dari total penduduk Indonesia dan berdampak pada 30 juta hektare hutan dan lahan, atau 1/6 dari total luas daratan Indonesia.

Hasil Kerjasama

Belajar dari pandemi Covid, ternyata kekuatan di tengah krisis adalah solidaritas. Selama masa pandemi, kita membuktikan bahwa janji-janji palsu pembangunan investor sudah memperbudak saudara kita menjadi buruh. Di masa itu pula, kita mengalami kemunduran politik yang luar biasa, di tengah situasi kita sedang mencoba bertahan, justru digunakan untuk membuat perubahan kebijakan, membuat hukum atas nama UU Cipta Kerja yang justru menjadi kemunduran pesat bagi pengakuan Hak-Hak Masyarakat Adat , bagi lingkungan, dan bagi petani.

“Itu adalah masa, dimana sepertinya gerakan ditempa dengan api. Berbagai kesempatan itu pula, semakin mendekatkan kami: AMAN, KPA dan Walhi,” katanya.

Rukka menerangkan mereka bekerja bersama-sema selama pandemi dengan kedaulatan pangan, membiarkan gagasan bagaimana menghadapi tantangan dan tekanan yang luar biasa. Di dunia global juga disebutkan bahwa ternyata krisis yang kita alami itu bisa diatasi, solusinya ada di kampung-kampung Masayarak Adat dan Masyarakat Lokal.

Tetapi ada banyak sekali tantangan yang membuat kita kesulitan memastikan dukungan ke kampung-kampung bisa dilakukan. Untuk itu, AMAN, KPA dan WALHI menjawab tantangan ini dengan meluncurkan Nusantara Fund.

Sambutan Sekjen AMAN dalam peluncuran Nusantara Fund Foto: Dokumnetasi AMAN

Manfaat Nusantara Fund

Sebelum peluncuran, mekanisme penyaluran Nusantara Fund telah diuji coba sejak Desember tahun 2022 di 30 lokasi berbeda di Indonesia. Mulai dari Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tengara Timur dan Maluku Utara.

Acara peluncuran yang dilangsungkan di Hotel Indonesia Kempinski tersebut, dihadiri oleh sekurangnya 300 orang peserta dari berbagai Nusantara. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa donor juga datang langsung ke acara, serta perwakilan Masyarakat Adat dari berbagai negara turut pula hadir.

Presiden Ford Foundation Darren Walker yang turut memberikan salam sambut dalam acara tersebut mengatakan bahwa kontribusi Nusantara Fund, menempatkan pemimpin dari akar rumput pada solusi kunci krisis iklim, dan bergabung dengan gerakan global untuk melindungi hutan dan wilayah di seluruh dunia, sehingga dapat memitigasi krisis iklim dan mencegah kerusakan keanekaragaman hayati yang berdampak pada manusia.

“Hari ini merupakan sebuah langkah konkrit pemenuhan tanggung jawab kita bersama untuk melindungi sumber daya bumi. Sebagai penyandang dana dan filantropi, tanggung jawab kami adalah menjembatani kesenjangan antara daya yang kami miliki – mulai dari jaringan hingga sumber keuangan – dan masalah mendesak yang dihadapi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia dan global,” kata Presiden Ford Foundation Darren Walker.

***

Writer : Apriadi Gunawan | Jakarta
Tag : Nusantara Fund KPA WALHI AMAN