Oleh Fransiskus Mado

Syair Adat Weta Lawe adalah bentuk ungkapan lisan yang menjadi bagian dari ungkapan adat di Wilayah Adat Natarmage pada ritual pembukaan kebun baru.

Sejak dahulu hingga sekarang, Masyarakat Adat Natarmage sudah mengenal sistim pembukaan ladang. Tradisi ini telah diwariskan oleh pendahulu yang mempunyai hubungan makna doa dan pengharapan secara budaya. Bentuk komunikasi atau doa secara lisan diucapkan apabila melakukan sesuatu kegiatan dari hal kecil hingga hal besar. Ucapan-ucapan tersebut mempunyai makna yang mendalam dengan menggunakan bahasa perumpamaan.

Weta Lawe merupakan salah satu tahapan awal dari beberapa tahapan dalam membuka kebun baru dengan ungkapan doa dan pengharapan atau syair.

Syair ini lahir sebagai tatacara dan etika manusia terhadap alam dalam mengelola sumber daya hayati untuk kepentingan keberhasilan hidupnya. Kemudian, dirangkai dalam bentuk doa dan ritus kepada Tuhan sebagai wujud tertinggi Pencipta Langit dan Bumi dalam kepercayaan asli Tana Ai : Ina Nian Tana, Ama Lero Wulan atau Tana Wulan, yang artinya Ibu Bumi dan Langit adalah Bapak.

Perkembangan syair adat ini sejak leluhur hingga kini tidak mengalami perubahan bentuk dan maknanya, karena apabila ada perubahan maka hal tersebut merupakan bagian dari pelanggaran hukum adat setempat yang berdampak pada sanksi dan pemulihan secara adat.

Syair Adat Weta Lawe

Odo Roin Awi Alang.
Roin Dulin Du'e,Tua tema Gera
Toma mipin epan brawong wohon.
Rau Nora manu, repa nora jago,
Tiru Tora tipa Mitan, rahe Nora pare meran,
Iana Ai Lopa Geri, tali Lopa krangit.
Naha bake lau eri, Naha meket Reta ra'i.
Rai Ganu mipin go'it brawong Ra'at
Naha pano du'a Rema mo'an
Mitan Gita bura Toma,
Mai hu'er hereng plapeng gareng,
Opi lau Eri, kare Reta ra'in.
Dadi Opi Roin, dadi Awi Alang

Makna Syair Weta Lawe

Odo Roin Awi Alang.
Maksudnya adalah melakukan survei dan pengamatan dalam bentuk penebasan dan membersihkan sedikit area pada hutan lahan yang akan dibuka, sambil mengungkapkan Syair Weta Lawe yang dimaksud.

Weta Lawe mempunyai arti secara asal kata yaitu Weta (menebas, memotong, memutuskan, menggunting) dan Lawe (nama dari salah satu jenis tubuhan atau jenis tali yang tumbuh menjalar)

Sehingga, Weta Lawe merupakan tindakan aktivitas ritual berupa membersihkan sedikit area atau radius hutan sebagai calon lahan garapan seiring mengungkapkan doa dan harapan.

Roin Dulin Du'e,Tua tema Gera.
Maksudnya adalah setiap petani yang mau membuka kebun baru akan memantau area yang lebih subur atau area hutan garapan yang lebih hijau untuk masuk melakukan proses awal (Weta Lawe).

Toma mipin epan brawong wohon.
Maksudnya adalah ketika seseorang atau petani yang telah melakukan survei dan pengamatan sebelumnya, akan mengikuti jawaban hasil pengamatannya melalui mimpi malam, dan diharapkan mendapatkan jawaban berupa mimpi yang bermakna baik.

Rau Nora manu, repa nora jago,
Tiru Tora tipa Mitan, rahe Nora pare meran,

Dua bait diatas mempunyai satu maksud yaitu, di saat melakukan ritual Weta Lawe, kita mesti memberikan bahan sesajian yang tepat sesuai dengan ajaran leluhur yaitu berupa, telur ayam, beras merah, dan helai kain peninggalan leluhur .

Iana Ai Lopa Geri, tali Lopa krangit.
Naha bake lau eri, Naha meket Reta ra'i.

Maksud dua bait diatas adalah harapan semoga lahan yang dilakukan ritual Weta Lawe tersebut bakalan berhasil digarap.

Rai Ganu mipin go'it brawong Ra'at
Naha pano du'a Rema mo'an
Mitan Gita bura Toma,
Mai hu'er hereng plapeng gareng,

Maksud empat bait diatas adalah jika mendapatkan gangguan dan halangan dalam hidup maka segera bergegas bertemu tetua adat untuk mendapatkan solusi.

Opi lau Eri, kare Reta ra'in.
Dadi Opi Roin, dadi Awi Alang

Maksud dua bait diatas adalah apabila telah mendapatkan solusi dari tetua adat sebelumnya, maka calon lahan tersebut akan digarap atau dapat melaksanakan tahapan selanjutnya menuju kebun baru.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Sikka, Nusa Tenggara Timur

Writer : Fransiskus Mado | NTT
Tag : Masyarakat Adat Natarmage Syair Adat Weta Lawe