Oleh Dirga Yandri Tandi dan Arnol Prima Burara

Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya membekali pemuda adat dengan pendidikan politik dalam menghadapi pesta demokrasi pada Pemilu 2024.

Pendikan politik ini ditujukan kepada pemuda adat dari 32 wilayah adat yang ada di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.  

Kegiatan berlangsung selama dua hari mulai 30 November hingga 1 Desember 2023 di rumah AMAN Toraya, Rantelemo, Kecamatan Makale Utara. Usai pendidikan politik, kegiatan ini dilanjudkan dengan pengukuhan anggota baru BPAN Toraya.

Para pemuda adat tampak antusias mengikuti kegiatan pendidikan politik yang dibalut dengan acara diskusi. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang disajikan.

Ketua PHD AMAN Toraya, Romba Marannu Sombolinggi mengatakan pendidikan politik ini bukan hanya untuk kepentingan politik praktis tapi juga berkaitan dengan keputusan politik dan juga produk hukum yang melindungi hak-hak Masyarakat Adat.

Ia menegaskan jangan sampai pemuda adat beranggapan bahwa pendidikan politik ini hanya untuk kepentingan politik praktis. Lebih dari itu, katanya, bagaimana proses pengambilan keputusan politik dalam masyarakat dan juga bagaimana pemuda adat bersikap terkait dengan situasi politik di wilayah adat masing-masing.

“Ini terpenting, pemuda adat harus kritis terhadap situasi politik yang terjadi di wilayah adatnya masing-masing," kata Romba Marannu.

Ia mencontohkan sikap kritis dalam mengambil tindakan mempertahankan wilayah adatnya. Karena itu, sebutnya, kita mendorong pemuda adat untuk bangkit bersatu bergerak mengurus wilayah adat.

“Saatnya pemuda adat bangkit, bergerak mengurus wilayah adatnya,” tandas Romba Marannu.

Ketua BPAN Toraya, Aldio Parante mengatakan pemuda adat harus peka terhadap situasi politik saat ini dan pergeseran-pergeseran kontitusi di negeri ini.

"Kenapa kita harus focus, karena kita menganggap bahwa pemuda ini adalah generasi masa depan. Merekalah yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan di setiap wilayah adat dan negeri ini,” katanya.

Aldio juga menilai pelatihan pendidikan politik bagi pemuda adat sangat penting. Ia menganggap bahwa dengan pelatihan ini pemuda adat akan lebih peka terhadap situasi politik dan pergeseran-pergeseran konstitusi.

Sementara salah satu peserta, Nobertus Sari Mendila merespon baik kegiatan pendidikan politik yang dilaksanakan AMAN Toraya ini.

"Bagi saya pribadi, pelatihan pendidikan politik ini sangat baik untuk dilanjutkan. Banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan ini,” katanya.

Nobertus berharap segala ilmu yang diperoleh bisa langsung diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dalam menjaga wilayah adat.

“Semoga pemuda adat bisa bangkit dan mandiri ke depannya, terutama dalam menjaga wilayah adat supaya lebih maju,” kata Nobertus.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Toraya, Sulawesi Selatan

Writer : Dirga Yandri Tandi dan Arnol Prima Burara | Sulawesi Selatan
Tag : AMAN Toraya Pendidikan Politik Masyarakat Adat