Oleh : Joanny. F.M. Pesulima

Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) tingkatkan kapasitas Jurnalis Masyarakat Adat di Maluku melalui kegiatan pelatihan jurnalistik pada 8-10 Januari 2024.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari bersama Biro Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pengurus Wilayah  Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PW AMAN) Maluku ini melibatkan pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon.

Pelatihan bertema ‘Satu Hati Menempa Jurnalis Masyarakat Adat Idealis’ ini diikuti 11 peserta dari Pengurus Daerah Lease, Saka Mese Nusa, Kepulauan Tanimbar dan komunitas adat Manusela, Kabau, Rebi, Larat.

Para peserta diberi materi tentang jurnalisme warga dan dasar-dasar jurnalistik. Peserta juga diajak untuk tahu lebih banyak cara membuat berita dengan mempraktekkannya, serta mengikuti proses pengeditan langsung oleh narasumber, sehingga menjadi paham bagaimana menulis berita. 

Direktur Infokom PB AMAN Titi Pangestu mengapresiasi kegiatan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Ambon, Maluku. Menurutnya, pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan AMAN ke depan. Karena itu, Titi berharap pelatihan ini dapat dimanfaatkan oleh para kader AMAN di berbagai daerah untuk mengasah kemampuannya di bidang jurnalistik. Menurutnya, kader AMAN di daerah memiliki peran yang sangat penting dalam penyebarluasan informasi.

“Tanpa (bantuan) teman-teman di daerah, maka kami di level nasional tidak mendapatkan informasi yang luas. Karenanya melalui pelatihan ini, kami berharap para Jurnalis Masyarakat Adat di daerah  akan semakin mudah menyebarluaskan informasi (kegiatan) yang didapat dari kampung maupun komunitas adat,” kata Titi Pangestu dalam sambutannya di acara pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat di Ambon, Maluku pada 8 Januari 2024.

Titi menyebut Infokom PB AMAN saat ini sedang intensif melaksanakan kegiatan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat seperti yang sedang dirancang saat ini audio visual. Ia menambahkan PB AMAN akan terus mengupgrade kapasitas Jurnalis Masyarakat Adat dalam bidang jurnalistik.

Dikatakannya, pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat yang berjalan secara intens saat ini sudah berlangsung sejak satu setengah tahun yang lalu. Ia menyebut sudah ada 10 kali pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat dilakukan di masing-masing Pengurus Wilayah AMAN diantaranya Papua, Benkulu, Nusa Tenggara Barat, Tana Luwu, Toraja, Sumatera Utara, dan Riau. Sementara, AMAN punya 21 Pengurus Wilayah.

“Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini akan terus kita laksanakan. Memasuki tahun  2024, Maluku menjadi wilayah pertama tempat pelaksanaan pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat,” ujarnya.  

Titi berharap para kader AMAN yang sudah dilatih menjadi Jurnalis Masyarakat Adat, terkhusus bagi kader AMAN di Maluku tetap konsisten untuk memberikan informasi seputar Masyarakat Adat yang ada di level komunitas. 

“Semoga pelatihan ini bisa menularkan aura positif  untuk kader AMAN di  komunitas atau daerah lain, hingga nantinya mampu menjadi bagian untuk memperjuangkan isu Masyarakat Adat di wilayah masing-masing,’’ harapnya.

Jurnalis Masyarakat Adat Maluku

Ketua Pengurus Wilayah AMAN Maluku, Lenny Patty menyambut baik pelaksanaan Jurnalis Masyarakat Adat di Ambon, Maluku. Ia mendukung kegiatan ini dilakukan secara intens, karena selain untuk keperluan publikasi, penggunaan media publikasi pada era digital saat ini termasuk media sosial ataupun saluran lainnya menjadi pertimbangan khusus untuk sarana penyebarluasan informasi kegiatan AMAN di daerah.

Lenny menyebut pertimbangan tersebut mencakup luasnya jangkauan publikasi, efektivitas penyampaian pesan, efek publikasi dan menjadi pesan yang berulang dalam jangka waktu yang lama.

Karena itu, lanjutnya, pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini dipandang perlu untuk terus ditingkatkan sebagai upaya menggali pengetahuan dan keterampilan atau kompetensi dasar jurnalistik berupa pemahaman kode etik dan prinsip-prinsip jurnalistik, bahasa Indonesia jurnalistik, menggali ide berita dan teknik reportase wawancara, editing atau penyuntingan naskah, foto jurnalistik dan lainnya.

“Salah satu cara untuk memenuhi kompetensi jurnalistik tersebut, adalah melalui pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat bagi pengurus dan kader AMAN,” terangnya.

Lenny mengaku bersyukur para pengurus Biro Infokom dan Pengurus Daerah AMAN serta komunitas Masyarakat Adat di Maluku diikutsertakan dalam pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat. Ia berharap kepada semua yang ikut dalam pelatihan ini, terutama Infokom PW AMAN Maluku bisa lebih aktif  dalam menyuarakan perjuangan Masyarakat Adat. Apalagi, AMAN Maluku telah mempunyai website yang mulai aktif beroperasi sejak November 2023.

''Dengan adanya website, maka akan banyak berita dan tulisan dari jurnalis Masyarakat Adat yang akan dipublikasikan. Ini sangat membantu kerja-kerja  AMAN dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan Masyarakat Adat,” katanya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Ambon, Maluku

 

Writer : Joanny F. M. Pesulima | Maluku
Tag : Jurnalis MAsyarakat Adat Maluku