Oleh Mohamad Hajazi, Umbu Chaviendy, Yosi Yosando, Sali Mohamad Joko

Kader-kader potensial Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dari berbagai daerah maju menjadi utusan politik Masyarakat Adat dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024.

Para kader maju atas dukungan dari komunitas Masyarakat Adat setelah melalui musyawarah adat di kampung masing-masing.

Lombok Timur

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Sembalun, Junaedi maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Lombok Timur. Ia maju melalui Partai Nasdem nomor urut 7 dari Daerah Pemilihan 5 meliputi Kecamatan Sembalun, Suela, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia.

Junaedi mengaku bahwa dirinya maju sebagai Caleg DPRD Lombok Timur atas dukungan dari para tetua adat dan komunitas Masyarakat Adat. Dikatakannya, dukungan ini didasarkan atas keinginan dari Masyarakat Adat untuk memiliki perwakilan di parlemen.

“Kita rindu ada perwakilan Masyarakat Adat di parlemen, yang nantinya bisa membela dan melindungi hak-hak Masyarakat Adat. Karenanya, dukungan ini akan kita perjuangkan bersama agar harapan itu bisa terwujud,” kata Junaedi pada Senin, 22 Januari 2024.

Junaedi mengutarakan niatnya maju dalam pemilihan legislatif tahun ini karena ingin menyuarakan aspirasi Masyarakat Adat di parlemen.

Junaedi saat kampanye caleg DPRD Kabupaten Lombok Timur. Dokumentasi AMAN

Menurutnya, sudah saatnya Masyarakat Adat memiliki wakil di parlemen. Sebab, kebijakan yang ada selama ini cenderung merugikan, bahkan mendiskriminasi hak-hak Masyarakat Adat.

“Masyarakat Adat selalu menjadi objek yang tertindas dan marjinal. Ini yang mau kita perjuangkan di parlemen,” tandasnya.

Ketua Pengurus Harian Wilayah AMAN Nusa Tenggara Barat Lalu Prima Wiraputra menyambut baik keikutsertaan kader AMAN dalam kontestasi Pemilu 2024. Ia menyatakan sudah saatnya Masyarakat Adat meramaikan kontestasi lima tahunan ini. Sebab, iklim politik beberapa tahun belakangan ini tidak berpihak sama sekali terhadap Masyarakat Adat. Lalu Prima menambahkan kondisi ini diperparah dengan nihilnya keterwakilan Masyarakat Adat dalam mengambil kebijakan di parlemen.

“Kita bisa saksikan banyak sekali Masyarakat Adat di berbagai wilayah kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, kehilangan makam leluhur akibat perampasan wilayah adat yang dilakukan demi proyek-proyek yang mengatasnamakan Proyek Strategis Nasional,” ungkap Prima.

Bengkulu

Rozi Aman Jaya dari komunitas adat Kutai Tik Tebing di Kabupaten Lebong, Bengkulu juga diutus oleh perwakilan Masyarakat Adat untuk maju sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebong. Pria kelahiran 1 Februari 1982 ini merupakan sosok pelopor pergerakan perjuangan Masyarakat Adat dari komunitas adat Kutai Tik Tebing. Ia pernah menjadi Kepala Desa Tik Tebing periode 2013 – 2018.

Rozi yang akrab disapa Uci ini maju dalam kontestasi Pemilu 2024 melalui Partai NasDem nomor urut 3 Dapil 1.

Rozi mengatakan dirinya maju sebagai calon anggota legislatif atas dorongan dari Masyarakat Adat. Rozi menceritakan awalnya ia ragu untuk maju karena hanya mendapat dukungan perorangan dari komunitas Masyarakat Adat. Namun beberapa bulan kemudian, ia mendapat dukungan penuh dari Masyarakat Adat.

“Setelah mendapat dukungan penuh dari Masyarakat Adat hingga kerabat-kerabat lainnya, saya putuskan maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Lebong periode 2024-2029,” paparnya.

Rozi menjelaskan alasan dirinya maju dalam kontestasi Pemilu sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Lebong karena banyak hal yang harus diperjuangkan, terutama terkait hak-hak Masyarakat Adat. Menurutnya, keberadaan Masyarakat Adat saat ini tidak diuntungkan karena kerap menjadi korban ketidakadilan penguasa dan pengusaha.

“Permasalahan ini yang mau saya perjuangkan jika terpilih menjadi anggota DPRD Lebong. Masyarakat Adat harus sejahtera dan mendapatkan hak-hak yang setara dengan masyarakat lainnya,” kata Rozi sembari berharap dukungan dan pilihan masyarakat agar dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Lebong.

Dukungan untuk Calon DPD Bengkulu

Dukungan terhadap kader AMAN menuju parlemen terus mengalir diberbagai daerah. Di Kabupaten Seluma, tepatnya di Kecamatan Ilir Talo, sejumlah warga secara swadaya memasang baliho calon DPD RI Bengkulu Def Tri Hardianto. Menurut pengakuan warga, praktik ini sebagai bentuk dukungan sekaligus harapan mereka untuk calon DPD RI nomor urut 4 tersebut.

“Kami sadar bahwa sudah waktunya “rumah rakyat” diisi oleh kader AMAN yang lahir dan berjuang untuk rakyat. Pemilu menjadi salah satu ruang bagi kita untuk mengubah masa depan bangsa ini,” ujar Niko, seorang pemuda dari Kecamatan Ilir Talo pada Rabu, 17 Januari 2024.

Niko sedang berpose dengan Spanduk Def Tri Hardianto, Calon DPD RI Prov. Bengkulu. Dokumentasi AMAN

Jaya, tokoh Masyarakat Adat di Tana Serawai menyatakan Def Tri Hardianto sudah berpengalaman dalam berorganisasi. Def Tri juga pernah ikut berjuang bersama Masyarakat Adt di Seluma ketika konflik agraria di daerah itu merebak akibat pencaplokan lahan milik warga oleh perusahaan perkebunan.

“Kami bergerak mendukung Def Tri Hardianto untuk menjadi anggota DPD RI. Kami betul-betul menginginkan adanya wakil DPD RI dari Bengkulu yang peduli dengan isu konflik agraria,” katanya sembari berharap Def Tri Hardianto terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2024 – 2029.

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Tana Serawai Hertoni menilai sosok Def Tri sangat dekat dengan masyarakat. Hertoni juga menyatakan Def Tri jauh lebih memahami persoalan yang ada di masyarakat.

“Kemampuannya melihat persoalan yang ada di kampung, jauh lebih baik dibanding calon lainnya,” kata Hertoni.

Selain Def Tri Hardianto, kader AMAN lainnya yang maju sebagai calon DPD RI adalah Abdon Nababan dari Sumatera Utara dan Umbu Wulang Tanaamah Paranggi dari Nusa Tengara Timur.

Dukungan untuk Calon DPD Sumatera Utara

Abdon Nababan yang pernah menjabat Sekjen AMAN dua periode dan Ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNAS) pada periode sebelumnya, menyatakan siap berjuang untuk menjaga dan merawat kepercayaan serta harapan Masyarakat Adat dan masyarakat secara umum dalam memperbaiki kehidupan bersama yang lebih baik di Sumatera Utara.

Dukungan untuk Abdon Nababan calon DPD RI Dapil Sumatera Utara. Dokumentasi AMAN

“Cita-cita luhur ini akan saya wujudkan lewat perjuangan di DPD RI jika nanti terpilih. Mohon dukungan dan doanya,” kata Abdon nomor urut 1 DPD RI asal Sumatera Utara.

Abdon Nababan diutus oleh Masyarakat Adat dari AMAN Tano Batak dan AMAN Sumatera Utara untuk maju menjadi calon anggota DPD RI. Ia pernah meraih penghargaan Ramon Magsaysay Award kategori “Community Leadership.”

Dukungan untuk Calon DPD NTT

Calon DPD RI lainnya yang mendapat dukungan dari Masyarakat Adat adalah Umbu Wulang Tanaamah Paranggi dari Nusa Tenggara Timur.

Sejak awal deklarasi pengutusan AMAN di Nusa Bunga Flores, Umbu Wulang nomor urut 17 DPD RI asal NTT ini terus berjuang bersama relawan untuk mendpatkan simpati dari masyarakat.


Umbu Wulang bersama masyarakat. Dokumentasi AMAN

Tokoh muda ini punya komitmen yang kuat dalam memperjuangkan keadilan, perlindungan, dan pelestarian kearifan lokal di NTT. Umbu Wulang juga tidak pernah melupakan perlindungan pulau-pulau kecil dan keselamatan seluruh pesisir di NTT.

Tak ayal, jika dukungan kepadanya mengalir deras dari tokoh-tokoh adat, komunitas pencinta lingkungan hidup, nelayan, petani, komunitas pendidikan, penjaga air di hulu, pekerja tenun ikat dan lainnya yang ada di NTT.

Umbu Wulang mengatakan telah menemui seluruh pendukungnya, terutama Masyarakat Adat selaku pemberi mandat dirinya untuk maju sebagai anggota DPD RI.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Masyarakat Adat dan AMAN yang telah mendeklarasikan dan mengutus saya untuk maju menjadi calon DPD RI,” ujarnya yang optimis dapat meraih kemenangan pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu

Writer : Mohamad Hajazi, Umbu Chaviendy, Yosi Yosando, dan Salo Mohamad Joko | NTB, NTT, dan Bengkulu
Tag : Masyarakat Adat DPD RI Utusan Politik Masyarakat Adat DPRD