Oleh Muhammad Alfath

Sebanyak 15 komunitas Masyarakat Adat Taneak Jang memilih Kidang Barada sebagai Ketua Pelaksana Harian Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) periode 2024-2029 dalam Musyawarah Daerah ke III di Rumah AMAN Tanah Rejang, Bengkulu, Minggu 9 Juni 2024. Kidang Barada menggantikan Arafik Tresno.

Selain memilih Ketua PHD AMAN Taneak Jang yang baru, Musda AMAN Taneak Jang ke III yang digelar secara musyawarah mufakat ini juga menetapkan tiga orang Dewan AMAN Daerah (Damanda) periode 2024-2029 yakni M. Dian Amsyah Ramadhan dari komunitas Masyarakat Adat Sadei Diopa, Mutiara dari komunitas Masyarakat Adat Tunggang, dan Arlan dari komunitas Masyarakat Adat Kota Baru Santan.

Ketua Pelaksana Wilayah AMAN Bengkulu Fahmi Arisandi mengatakan Musda AMAN Taneak Jang ke III adalah forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi tingkat daerah. Musda ini digelar lima tahun sekali.

Fahmi bersyukur pelaksanaan musda berjalan lancar dan menghasilkan keputusan penting untuk organisasi, di antaranya pemilihan pengurus baru. Ia mengapresiasi keterlibatan pemuda adat dalam kepengurusan baru di AMAN Taneak Jang. Fahmi berharap kepengurusan baru yang telah terpilih dapat menjalankan roda organisasi ke arah yang lebih baik.

“Keterlibatan pemuda adat dalam kepengurusan AMAN Taneak Jang patut diapresiasi. Kita butuh pemuda adat untuk menggerakkan organisasi ini menjadi berkualitas dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita,” kata Fahmi Arisandi di sela pelaksanaan Musda AMAN Taneak Jang ke III.

Fahmi mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan AMAN Tanaek Jang, yang telah memberi banyak contoh dan pondasi perjuangan yang baik. Di antaranya, sebut Fahmi, sukses memperbanyak keanggotaan AMAN dari yang awalnya hanya 4 komunitas Masyarakat Adat di Taneak Jang, kini sudah menjadi 15 komunitas.

“Contoh baik ini harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Ketua PHD AMAN terpilih, Kidang Barada mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh komunitas Masyarakat Adat kepadanya untuk memimpin AMAN di Taneak Jang lima tahun ke depan. Kidang menyebut akan fokus dalam pembenahan Internal dan lebih banyak melakukan pengkaderan di tingkat komunitas dan daerah. Kidang memohon dukungan dan kerja sama pengurus dalam mewujudkan program organisasi.

“Kita bersama yang akan menjalankan roda organisasi ini ke depannya,” ujarnya.

Selain pengkaderan, sebut Kidang, prioritas program lainnya yang akan dijalankan adalah melakukan advokasi terkait wilayah komunitas Masyarakat Adat yang rawan konflik dengan perusahaan hingga dapat merugikan hak-hak Masyarakat Adat di Taneak Jang.

“Di luar sana telah banyak contoh perampasan wilayah adat dan konflik lahan antara Masyarakat Adat dengan perusahaan yang sangat merugikan Masyarakat Adat. Kita tidak mau itu terjadi di wilayah adat kita,” tegasnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Bengkulu

Writer : Muhammad Alfath | Bengkulu
Tag : Bengkulu AMAN Taneak Jang