Oleh Yosis Sentris Lilihata

Semangat menyambut Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII di Tana Toraja, Sulawesi Selatan mulai terasa hingga ke komunitas-komunitas adat di berbagai wilayah Nusantara.

Di Negeri Manusela, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Masyarakat Adat mulai melakukan konsolidasi untuk menyatukan tekad sekaligus memastikan kehadiran Masyarakat Adat Manusela dalam acara KMAN VII. Mereka menegaskan siap berkontribusi dalam menyukseskan KMAN VII serta memperkuat gerakan Masyarakat Adat  agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Danci Maloy, salah seorang anggota Lembaga Tetua Adat Negeri Manusela mengatakan konsolidasi yang dilaksanakan dalam bentuk musyawarah yang melibatkan berbagai unsur Masyarakat Adat ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman mengenai arti penting KMAN VII bagi komunitas Masyarakat Adat Manusela sebagai anggota AMAN.

Dikatakannya, konsolidasi Masyarakat Adat Negeri Manusela menunjukkan bahwa semangat KMAN VII tidak hanya dibangun di arena Kongres. Dari komunitas adat, suara dan harapan Masyarakat Adat disatukan untuk dibawa ke KMAN VII di Tana Toraja.

“Konsolidasi ini kami lakukan untuk menyatukan persepsi seluruh komponen Masyarakat Adat di komunitas Adat Manusela. Kami ingin memiliki pemahaman yang sama mengenai KMAN VII,” ujar Maloy usai konsolidasi belum lama ini.

Menurutnya, konsolidasi yang dilakukan sejak awal merupakan bagian dari upaya memastikan Masyarakat Adat tidak hanya menjadi peserta di acara KMAN VII, tetapi juga ikut menentukan arah agenda perjuangan bersama.

Disebutkan, melalui konsolidasi ini Masyarakat Adat juga membahas sejumlah agenda strategis, termasuk proses pengusulan nama calon yang akan didukung untuk mengisi posisi Sekretaris Jenderal AMAN dan Dewan AMAN Nasional.

“Kami ingin KMAN VII menjadi ruang bagi komunitas adat untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam menentukan masa depan gerakan Masyarakat Adat,” katanya.

Masyarakat Adat Manusela konsolidasi hingga larut malam menuju KMAN VII di Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada Maret 2027. Dokumentasi AMAN

Pemuda Adat Manusela Siap Ambil Peran

Semangat yang sama juga datang dari generasi muda adat Negeri Manusela. Mereka bertekad akan menghadiri KMAN VII di Tana Toraja.

Remon Lilihata, pemuda adat Manusela, menilai KMAN VII bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan Masyarakat Adat Nusantara.

Menurutnya, apapun keputusan yang nantinya lahir dari KMAN VII akan memiliki arti penting bagi masa depan Masyarakat Adat, termasuk dalam memperkuat perlindungan wilayah adat, mendorong percepatan pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat, serta memastikan Masyarakat Adat memperoleh perlindungan dalam memperjuangkan hak-haknya.

“Bagi kami, wilayah adat bukan sekadar hamparan tanah. Wilayah adat adalah identitas, memori kolektif, sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga,” ujarnya.

Remon berharap KMAN VII dapat menghasilkan komitmen nyata untuk memperkuat perlindungan Masyarakat Adat dan mempercepat hadirnya kebijakan yang memberikan kepastian hukum terhadap hak-hak Masyarakat Adat.

Remon juga mendorong agar perjuangan Masyarakat Adat dilakukan melalui ruang-ruang dialog dan kebijakan yang mampu memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang menjaga tanah leluhurnya.

“Sebagai generasi penerus, kami siap memikul tanggung jawab. Kami ingin terus menjaga dan membangun kampung halaman dengan kedaulatan atas wilayah adat serta tetap menjadi bagian penting dari masa depan bangsa,” katanya.

Bagi generasi muda Manusela, imbuhnya, perjuangan Masyarakat Adat tidak berhenti pada persoalan wilayah. KMAN VII juga menjadi momentum untuk memperkuat berbagai nilai dan praktik kehidupan yang diwariskan para leluhur.

Remon mengatakan generasi muda adat memiliki tanggung jawab untuk menjaga spiritualitas, mengembangkan pangan lokal, merawat bahasa ibu, serta memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap ruang hidup masyarakat.

“Bersama para tetua adat, kami siap merajut masa depan Nusantara yang lebih adil, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Maluku

Writer : Yosis Sentris Lilihata | Maluku
Tag : Maluku Konsolidasi Masyarakat Adat Menuju KMAN VII Manusela