AJMAN Suku Mairasi Melatih Pemuda di Kampung Menjadi Jurnalis Masyarakat Adat
21 Mei 2026 Berita Nesta MakubaOleh Nesta Makuba
Pengurus Daerah Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Suku Mairasi melatih 30 orang pemuda adat dari perwakilan beberapa kampung di Kabupaten Teluk Wondama dan Kaimana Papua Barat menjadi Jurnalis Masyarakat Adat.
Pelatihan jurnalistik dasar yang berlangsung selama satu hari ini terselenggara atas kerjasama dengan Yayasan Lingkungan Hidup Papua (Yali Papua) di rumah inisiasi Suku Mairasi Kampung Wombu, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat pada Selasa 19 Mei 2026.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapat materi dasar- dasar jurnalistik dan standar penulisan berita menggunakan rumus 5w+1H, sebagai standar penulisan seorang Jurnalis Masyarakat Adat (JMA). Pelatihan disertai diskusi kelompok dan simulasi menulis berita.
Selain menulis berita, peserta juga diajarkan menggunakan kamera untuk mengambil photo sebagai penyerta berita yang akan mereka kirim nantinya saat membuat tulisan.
Petrus, salah seorang peserta dari suku Mairasi, cukup antusias mengikuti pelatihan jurnalistik dasar ini. Menurutnya, pelatihan ini cukup bermanfaat bagi mereka untuk menuliskan kisah dari kampung.
"Ini sebuah ilmu yang jarang kami dapat di kampung, jadi penting untuk kami menulis sendiri cerita dari kampung,” ungkapnya.
Petrus berharap dari pelatihan ini, memotivasi anak muda di Suku Mairasi bisa menjadi penjaga dan penulis kisahnya sendiri sehingga tidak ada lagi eksploitasi cerita Masyarakat Adat yang salah disampaikan kepada publik.
Pelatihan Jurnalistik Cukup Membantu Pemuda Adat di Kampung
Ketua PD AJMAN Suku Mairasi Sulis Urio menerangkan pengetahuan tentang jurnalistik sangat penting, mengingat selama ini Masyarakat Adat Suku Mairasi cukup sering melakukan kampanye penyelamatan wilayah hutan adat dari ekspansi perusahaan kayu yang terus menerus menguras sumber daya alam yang mereka miliki. Menurutnya, pelatihan ini akan membantu para pemuda adat untuk menuliskan segala kisah dari kampung ditengah keterbatasan akses informasi yang dialami Masyarakat Adat Suku Mairasi.
"Pelatihan jurnalistik ini cukup membantu kami, apalagi dilakukan usai mengikuti Rakernas AJMAN baru-baru ini. Kegiatan ini akan menjadi penyemangat buat kami,” kata Sulis.
Diakuinya, selama ini Masyarakat Adat Suku Mairasi mengalami kesulitan untuk menuliskan kisahnya sendiri. Padahal, banyak kisah yang bisa ditulis dari kampung mereka mengingat luasnya hutan adat Mairasi yang membelah Kabupaten Teluk Wondama dan Kaimana.
"Sebagai pemula, pelatihan ini sangat membantu kami dan rekan-rekan JMA di Suku Mairasi,” imbuhnya.

Seorang pemateri (kiri) sedang mengajarkan cara membuat berita kepada beberapa orang peserta pelatihan jurnalistik dasar di rumah inisiasi Suku Mairasi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat pada Selasa, 19 Mei 2026. Dokumentasi AMAN
Kesempatan Menjadi Jurnalis Masyarakat Adat
Nees Makuba dari Badan Koordinasi Region AJMAN Papua mengapreasiasi semangat para peserta yang cukup antusias mengikuti pelatihan dasar jurnalistik. Ia mengatakan kegiatan ini sebagai modal bagi para Jurnalis Masyarakat Adat yang baru dilatih untuk menulis berita dari kampungnya.
"Pelatihan jurnalistik ini akan terus kita lakukan di Papua, ini kesempatan bagi para pemuda adat untuk menempa dirinya menjadi Jurnalis Masyarakat Adat,” pungkasnya.
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Papua