Oleh Imanuel Kaloh dan Maher Kambey

Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  Sulawesi Utara menggelar pelatihan kader penggerak community organizer di Kobong Om Tani, Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 22-24 Mei 2026 ini diikuti sejumlah kader AMAN dari berbagai komunitas Masyarakat Adat yang tersebar di Sulawesi Utara.

Djarna Patilima, salah seorang peserta pelatihan mengatakan bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena melalui acara ini dirinya bisa lebih mengetahui seperti apa perjuangan AMAN. Djarna menyatakan sebagai kader AMAN, kegiatan ini sangat penting bagi mereka. 

"Ini penting karena memberi gambaran soal apa yang harus dilakukan di wilayah adat ke depan," kata Djarna usai pelatihan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan pelatihan community organizer dapat menambah wawasan tentang kerja-kerja AMAN dalam membela kepentingan dan hak-hak Masyarakat Adat. Karena itu, Djarna mengusulkan agar kegiatan seperti ini tidak berhenti sekali ini tetapi bisa diteruskan sebagai wadah edukasi dan sosialisasi.

"Kita berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan oleh organisasi ini karena sangat membantu kami untuk membela kepentingan dan hak-hak Masyarakat Adat," ujarnya.

Kepala Biro OKK AMAN Sulawesi Utara Meliza Mamangkey menjelaskan pelatihan kader penggerak community organizer akan menjadi program kegiatan yang sangat penting untuk membekali para kader AMAN menjadi tangguh dalam membela kepentingan Masyarakat Adat.

"Seorang kader penggerak harus memiliki banyak pengetahuan soal Masyarakat Adat, sadar akan jati diri, dan  memahami apa yang sebenarnya yang sedang dan akan mereka perjuangkan," jelasnya.

Meliza menambahkan program ini merupakan salah satu cara mereka membangkitkan kesadaran komunitas Masyarakat Adat untuk mempertahankan wilayah adatnya. Ia berharap setelah pelatihan ini, para kader AMAN bisa membaca setiap pola dan menganalisa dinamika di Masyarakat Adat.

Suasana pelatihan community organizer di Kobong Om Tani. Dokumentasi AMAN

Ujung Tombak Perjuangan

Ketua Pelaksana Harian AMAN Wilayah Sulawesi Utara Kharisma Kurama mengatakan penguatan kader menjadi bagian penting dalam membangun gerakan Masyarakat Adat yang lebih terorganisir dan berdaya. Dikatakannya, pelatihan community organizer bukan sekadar kegiatan penggerak organisasi, tetapi lebih dari itu, pesertanya bisa menjadi ujung tombak perjuangan di komunitas Masyarakat Adat.

”Kader AMAN yang ikut pelatihan ini harus mampu mengorganisir masyarakat, membangun kesadaran kritis, dan memastikan hak-hak Masyarakat Adat tetap diperjuangkan,” kata Kharisma.

Ia menegaskan tantangan yang dihadapi Masyarakat Adat di Sulawesi Utara saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman terhadap wilayah adat hingga kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada Masyarakat Adat. Karena itu, imbuhnya, kader AMAN harus hadir di tengah komunitas, memahami persoalan di akar rumput, serta mampu membangun solidaritas dan gerakan bersama.

”Tanpa semangat itu, terasa tak bermakna pelatihan community organizer,” tutupnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Sulawesi Utara

Writer : Imanuel Kaloh dan Maher Kambey | Sulawesi Utara
Tag : AMAN Sulawesi Utara Pelatihan Community Organizer