Oleh Arnol Prima Burara

Menjelang pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VII di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berbagai upaya persiapan mulai dilakukan di berbagai komunitas Masyarakat Adat di Toraya.

Persiapan tidak hanya terfokus pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga pada penguatan pemahaman bersama mengenai arti penting kongres sebagai ruang pengambilan keputusan tertinggi bagi gerakan Masyarakat Adat di Nusantara.

Sejumlah wilayah adat mulai menyusun rencana dengan melibatkan seluruh unsur Masyarakat Adat untuk memastikan partisipasi aktif dalam agenda nasional tersebut.

Salah satu komunitas yang telah memulai persiapan KMAN VII adalah wilayah adat Sa'dan, yang berada di bagian utara Kabupaten Toraja Utara. Pada 27 Juni lalu, Masyarakat Adat menggelar musyawarah di Sa'dan To' Barana' yang mempertemukan tokoh adat, perempuan adat, pemuda, serta berbagai unsur Masyarakat Adat lainnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesepahaman mengenai peran wilayah adat Sa'dan sebagai salah satu lokasi sarahsehan KMAN VII.

Sejumlah Masyarakat Adat sedang bermusyawarah mempersiapkan sarasehan KMAN VII di wilayah adat Sa'dan, Tana Toraja. Dokumentasi AMAN

Saatnya Untuk Mensukseskan KMAN VII

Ketua Masyarakat Adat Sa'dan, Lewaran Rantela'bi' menjelaskan mereka telah melaksanakan  musyawarah persiapan KMAN VII untuk menyatukan persepsi seluruh komponen Masyarakat Adat agar memiliki pemahaman yang sama terhadap kongres. Menurutnya, persiapan yang dilakukan dalam bentuk konsolidasi sejak awal ini menjadi kunci agar seluruh Masyarakat Adat mengetahui agenda, memahami substansinya, dan terlibat dalam setiap tahapan persiapan kongres.

”Persiapan sudah mulai dilakukan, saatnya untuk mensukseskan KMAN VII. Kongres ini momen penting bagi Masyarakat Adat Toraya selaku tuan rumah, khususnya wilayah adat Sa'dan,” kata Lewaran disela pelaksanaan musyawarah di Sa’dan To’Barana.

Ia menjelaskan dalam musyawarah ini, mereka membahas kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan sarasehan KMAN VII yang akan dilaksanakan di wilayah adat Sa’dan. Selain itu, dalam musyawarah ini juga mereka menyepakati untuk mengusulkan nama calon yang akan diusung menjadi Sekretaris Jenderal AMAN dan Dewan AMAN Nasional. Lewaran menyebut untuk mensukseskan seluruh agenda kongres, mereka akan bekerjasama dengan pemerintah, gereja, dan tokoh-tokoh agama lainnya untuk mensosialisasikan pelaksanaan KMAN VII kepada masyarakat.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Toraja itu menegaskan bahwa KMAN VII bukan sekadar agenda seremonial yang berlangsung lima tahunan. Menurutnya, setiap keputusan yang lahir dari kongres akan menentukan arah perjuangan Masyarakat Adat dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlindungan wilayah adat, pengakuan hak-hak Masyarakat Adat, hingga penguatan organisasi Masyarakat Adat di tingkat nasional. Karena itu, imbuhnya, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang melalui kerjasama seluruh elemen masyarakat.

"Kongres ini agenda yang sangat penting untuk kita sukseskan bersama karena di forum ini akan ditentukan arah perjuangan Masyarakat Adat ke depan,” tegasnya.

Bagi Masyarakat Adat, kata Lewaran, KMAN VII memiliki makna yang jauh melampaui pergantian kepengurusan organisasi atau pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AMAN. Disebutnya, kongres ini merupakan forum tertinggi tempat Masyarakat Adat dari berbagai penjuru Nusantara mengevaluasi situasi nasional, merumuskan sikap politik organisasi, menetapkan arah gerakan lima tahun ke depan, serta menyusun strategi bersama dalam memperjuangkan pengakuan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak Masyarakat Adat.

Lewaran berharap melalui konsolidasi yang mulai dilakukan di wilayah adat Sa'dan, muncul semangat dari akar komunitas untuk mensukseskan KMAN VII.

”Persiapan yang mulai dibangun melalui musyawarah, pelibatan perempuan, pemuda, tokoh adat, pemerintah, dan tokoh lintas agama menjadi cerminan bahwa kongres ini bukan hanya milik organisasi, melainkan milik seluruh Masyarakat Adat,” tutupnya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Writer : Arnol Prima Burara | Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Tag : Wilayah Adat Sa’dan Konsolidasi KMAN VII di Tana Toraja