Oleh Greselda Haurissa

Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Saka Mese Nusa menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada anggota komunitas Masyarakat Adat yang menjadi korban konflik sosial di negeri Patahuwe dan Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku beberapa waktu lalu.

Bantuan kemanusiaan diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana Harian AMAN Daerah Saka Mese Nusa Salmon Salenussa kepada warga terdampak di posko pengungsian Taniwel dan Balai Negeri Lisabata pada Rabu, 16 September 2026. Penyerahan bantuan kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Masyarakat Adat terhadap sesama yang sedang menghadapi masa sulit.

Salmon Salenussa mengatakan dirinya sebagai kepanjangan tangan Pengurus Besar AMAN mendapat amanat untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada komunitas anggota AMAN Daerah Saka Mese Nusa yang sedang mengalami musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Masyarakat Adat. Kita adalah satu keluarga besar. Ketika saudara kita berduka, maka kita semua ikut merasakan senasib dan sepenanggungan,” ujar Salmon usai menyerahkan bantuan kepada korban konflik sosial di Kecamatan Taniwel.

Menurut Salmon, kehadiran AMAN di tengah warga Patahuwe dan Lisabata bukan semata-mata untuk membawa bantuan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril dan doa kepada para korban.

“Kehadiran kami bukan sekadar membawa bantuan. Lebih dari itu, kami datang untuk mendoakan dan memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita di Patahuwe dan Lisabata. Semoga mereka diberikan kekuatan dan dapat segera pulih dari musibah ini,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Jemaat Patahuwe Markus Mukudjey menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian AMAN Daerah Saka Mese Nusa yang telah hadir dan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak.

“Terima kasih atas kepedulian dan perhatian AMAN Daerah Saka Mese Nusa. Bantuan ini menjadi penguatan bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit,” ungkapnya.

Mobil pembawa bantuan kemanusiaan dari AMAN Saka Mese Nusa. Dokumentasi AMAN

Sumber Kekuatan bagi Korban

Konflik kemanusiaan yang terjadi di negeri Patahuwe dan Lisabata beberapa waktu lalu mengakibatkan 29 rumah Masyarakat Adat terbakar.  Empat orang Masyarakat Adat dari Lisabata menjadi korban dalam konflik tersebut. Sementara, sebanyak 41 kepala keluarga atau 142 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di Taniwel.

Di tengah situasi tersebut, bantuan dan kehadiran berbagai pihak menjadi sumber kekuatan bagi para korban.

Markus mengatakan solidaritas yang ditunjukkan AMAN Daerah Saka Mese Nusa menjadi pengingat bahwa dalam keadaan sulit, Masyarakat Adat tetap memegang nilai saling membantu, senasib sepenanggungan, dan tidak meninggalkan saudara yang sedang berduka.

Bagi warga Patahuwe dan Lisabata yang menjadi korban, bantuan yang datang bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

”Di tengah kehilangan, masih ada kepedulian, doa, dan tangan-tangan yang terulur untuk membantu,” kata Markus. (apg)

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Maluku

Writer : Greselda Haurissa | Maluku
Tag : Maluku AMAN Saka Mese Nusa Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Konflik Sosial