BUMMA Simahiyang Studi Banding Belajar Pengelolaan Usaha
12 Januari 2026 Berita Fujianti NurjanahOleh Fujianti Nurjanah
Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Simahiyang di Kabupaten Garut, Jawa Barat melaksanakan kegiatan studi banding untuk belajar pengelolaan usaha ke perusahaan PT Miun Sinergi Nusantara (Misera).
Kegiatan studi banding yang diikuti tujuh orang pengurus BUMMA Simahiyang ini bertujuan untuk mempelajari strategi dan praktik pengelolaan usaha, yang nantinya akan diterapkan di BUMMA Simahiyang.
Ketua BUMMA Simahiyang Sepri Hidayat mengatakan kegiatan studi banding ini sangat bermanfaat bagi pengurus BUMMA untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola usaha. Dikatakannya, banyak hal positif yang dapat mereka ambil dari kunjungan ke PT Misera, diantaranya terkait strategi dan pengelolaan usaha.
“Usaha kami sebetulnya belum bisa dibandingkan dengan PT Misera, kedatangan kami ke sini untuk mengambil pembelajaran yang relevan untuk kemudian diterapkan di BUMMA,” kata Sepri Hidayat saat berkunjung ke PT Misera belum lama ini.
Sepri menjelaskan selama studi banding ke PT Misera, pengurus BUMMA Simahiyang sempat mengunjungi pabrik produksi di Jalan Talaga Bodas No. 84, Sindangratu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di pabrik ini, pengurus BUMMA mendapat penjelasan terkait kendala dan pengolahan limbah produksi agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.
“Kita sediakan lubang langsung ke tanah untuk pengelolaan limbahnya. Jadi nanti limbahnya bisa dituang ke situ dan diserap alami oleh tanah,” terang Iman Maulana selaku Engineering dari PT Misera.
Setelah selesai mengunjungi pabrik produksi, pengurus BUMMA diajak untuk melihat langsung keadaan di dalam pabrik.

Beberapa orang pengurus BUMMA Simahiyang sedang mengunjungi pabrik perusahaan di Kabupaten Garut. Dokumentasi AMAN
Tiga Komponen Dalam Bisnis
Pabrik produksi PT Misera ini berdiri tahun 2020. Pabrik yang mempekerjakan 50 orang karyawan ini aktif memproduksi Cancimen dan Saus Srinaga.
Di pabrik ini, pengurus BUMMA bertemu dengan Rizky Ananda selaku Kepala Research dan Development PT Misera dan Owner Brand Cancimen.
Pria yang akrab disapa Kang Miun ini membagikan cerita awal mulai merintis usaha di PT Misera hingga saat ini. Ia menyebut ada tiga komponen yang harus diperhatikan dalam bisnis yaitu produk, modal, market. Dikatakannya, jika sudah memiliki produk, tapi tidak punya modal dan market, maka cari orang yang punya modal dan market.
“Tidak berarti kita harus mencari modal sendiri, tapi bisa menjalin kerjasama dengan orang yang punya modal,” katanya.
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Simahiyang, Kabupaten Garut