Himyul Wahyudi Pimpin AMAN Riau : Kita Perlu Meningkatkan Kerjasama Untuk Kedaulatan Masyarakat Adat
08 Juni 2026 Berita Nuskan SyariefOleh Nuskan Syarief
Musyawarah Wilayah III Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Riau berhasil menetapkan Himyul Wahyudi sebagai Ketua Pelaksana Harian AMAN Wilayah Riau periode 2026-2031 dalam proses pemilihan yang berlangsung secara musyawarah mufakat pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Dalam pleno pemilihan kepengurusan yang berlangsung secara marathon hingga pukul 23.00 Wib, Muswil III AMAN Riau juga menetapkan Joni Saputra sebagai Ketua Dewan AMAN Wilayah Riau bersama Delly Sarmianti dan Ajismanto sebagai Wakil Ketua dan Latipah, Tari Indriani, Gunduk, Sabarudin masing-masing sebagai anggota.
Kepengurusan AMAN Riau ini terpilih dari hasil proses musyawarah mufakat dari empat calon Ketua AMAN Riau yang diusulkan oleh komunitas Masyarakat Adat. Keempat calon tersebut adalah Ketua PD AMAN Inhu Gilung dari Talang Mamak, Safrin dari Sakai, Ketua PD AMAN Kampar Himyul Wahyudi dan Ketua AJMAN Riau Nuskan Syarif dari Kampar. Keempat calon ini merupakan putra terbaik dari masing-masing komunitas Masyarakat Adat.
Himyul Wahyudi dalam pidatonya usai terpilih menyatakan tugas yang diembankan kepadanya saat ini adalah titipan lelur dan seluruh Masyarakat Adat di Riau. Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh komunitas Masyarakat Adat yang telah mempercayakan kepemimpinan AMAN Riau kepada dirinya.
Pria yang akrab disapa Yudi ini berharap kedepannya seluruh Masyarakat Adat yang belum menjadi anggota AMAN segera didaftarkan. Wilayah adat yang belum memiliki peta segera dipetakan karena ini menjadikan kita semankin kuat.
”Ini tugas bersama, kita perlu meningkatkan kerjasama dan bergandengan tangan untuk mewujudkan kemakmuran dan kedaulatan Masyarakat Adat di Riau,” tegasnya.
Yudi meminta pengurus AMAN Riau yang terpilih dapat bekerjasama untuk membangkitkan semangat juang anggota Masyarakat Adat di Provinsi Riau, khususnya Talang Mamak.
Batin Gondok dari komunitas Masyarakat Adat Ampang Delapan Talang Mamak mengatakan pihaknya sangat berharap dengan terpilihnya kepengurusan AMAN di Riau bisa membantu komunitas Masyarakat Adat Talang Mamak mendapatkan pengakuan dari pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu.
”Sudah lama kami berharap itu bisa terwujud, sudah lama kami berharap bisa merdeka dan mandiri diatas tanah kami,” katanya.
Batin Gondok menyatakan saat ini tanah ulayat mereka sudah dikuasi oleh perusahaan sehingga kehidupan mereka saat ini seperti ayam mati di lumbung padi.
“Hidup kami menderita selama bertahun-tahun karena tanah kami dirampas, kiranya kami bisa dibantu agar penderitaan ini segera diakhiri,” katanya penuh harap dengan pengurus hasil Muswil III AMAN Riau.

Ketua AMAN Riau terpilih Himyul Wahyudi (membelakangi lensa) sedang menyampaikan sambutannya disela pelaksanaan Muswil III AMAN Riau. Dokumentasi AMAN
AMAN Riau Harus Dihidupkan Kembali
Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi yang turut memantau jalannya proses musyawarah hingga selesai menyatakan pengurus AMAN Riau yang baru terpilih harus berlari mengejar ketertinggalan yang selama ini dirasakan oleh Masyarakat Adat. Menurutnya, hal ini perlu segera dilakukan mengingat selama ini Pengurus Wilayah AMAN Riau terpuruk.
”Pengurus Wilayah AMAN Riau harus dihidupkan kembali setelah terpuruk sangat lama,” kata Rukka dalam sambutannya usai pemilihan Pengurus Wilayah AMAN Riau, Sabtu (6/6) malam.
Rukka menegaskan AMAN Riau harus menjadi rumah bagi seluruh komunitas Masyarakat Adat. Disebutnya, Riau memiliki banyak komunitas Masyarakat Adat seperti Sekai, Bonai, Akit. Komunitas-komunitas tersebut selama ini belum terayomi PD AMAN Kampar dan PD AMAN Indragiri Hulu (Inhu)
”AMAN Riau harus mengayomi komunitas-komunitas Masyarakat Adat yang selama ini belum terayomi oleh kedua PD AMAN tersebut,” ujarnya.
Rukka mengaku telah berdiskusi dengan Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto tentang proses pengakuan Masyarakat Adat Talang Mamak dan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) pengakuan dan perlindungan Masyarakat Adat di Kabupaten Indragiri Hulu.
”Harapannya, untuk pengakuan Masyarakat Adat di Kabupaten Indragiri Hulu harus pecah telor. Ini sangat penting agar kita Masyarakat Adat berdaulat, mandiri dan merdeka diatas tanah kita sendiri,” katanya.
***
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Riau