Oleh Tarizka Lumbantobing

Pengurus Daerah Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Banten Kidul menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Parahu Chill & Camp Pulo Manuk, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten pada Jum'at, 29 Mei 2026.

Rakerda yang dilaksanakan pasca Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AJMAN bulan April lalu ini untuk membahas program kerja serta membangun soliditas pengurus guna memperkuat peran Jurnalis Masyarakat Adat dalam memperjuangan hak-hak Masyarakat Adat di wilayah adat Banten Kidul.

Ketua Pengurus Daerah AJMAN Banten Kidul Dede Ridwan mengatakan Rakerda pertama yang dilaksanakan oleh Pengurus Daerah AJMAN Banten Kidul ini merupakan tindaklanjut dari Rakernas AJMAN di Cijeruk Bogor pada April 2026. Dede menyebut salah satu hasil dari Rakernas merekomendasikan Pengurus Daerah untuk melengkapi perangkat kerja guna  mempermudah kerja-kerja organisasi.

“Perangkat kerja AJMAN Banten Kidul sudah disusun dengan berbagai pertimbangan sesuai kebutuhan struktur dan kemampuannya. Ini kami lakukan sebagai bentuk penguatan struktur dan komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi,” kata Dede.

Dede juga menekankan bahwa Rakerda telah berhasil menyusun program kerja yang akan dijalankan oleh pengurus. Menurutnya, program kerja ini sangat penting dalam menentukan arah kemajuan organisasi ke depan.

”Program kerja ini menjadi perhatian pengurus, terutama menyangkut hak-hak Masyarakat Adat yang harus diperjuangkan,” tandasnya.

Disebutkan, dalam Rakerda ini pengurus berkesempatan melakukan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi”.  Dede menerangkan hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran bahwa apa yang terjadi di dalam film Pesta Babi, banyak kejadian serupa yang terjadi di wilayah adat Banten Kidul.

Peserta Rakerda AJMAN Banten Kidul sedang menonton bareng film "Pesta Babi". Dokumentasi AMAN

Tawaran Kerjasama

Muhamad Fakhrudin selaku Ketua Dewan Daerah AJMAN Banten Kidul menyampaikan selain menjadi ruang silaturahmi antar anggota, Rakerda ini sangat penting sebagai wadah refleksi sekaligus diskusi terkait isu-isu Masyarakat Adat.

Fakhrudin mengatakan wilayah adat Kasepuhan Bayah sudah rusak dan berubah statusnya menjadi hutan negara. Terkait hal ini, Fakhrudin meminta narasi-narasi tentang Masyarakat Adat harus diperkuat.

Untuk itu, Muhammad Fakhrudin yang juga seorang akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menawarkan kepada anggota AJMAN Banten Kidul melakukan kolaborasi dalam peningkatan kapasitas dengan pihak UNTIRTA. Hal ini bertujuan untuk memperkuat narasi-narasi tentang Masyarakat Adat.

Fakhrudin menyebut di UNTIRTA, ada namanya Digital Media Center (DMC) yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan keterampilan di bidang media digital seperti, podcast, berita, film pendek, dan video pendek yang dikemas secara informatif dan menarik.

"AJMAN Banten Kidul bisa kerja sama dalam hal itu. Saya sebagai pendiri DMC, gunakan koneksi saya sebagai Dewan Daerah untuk itu,” katanya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Banten Kidul

Writer : Tarizka Lumbantobing | Banten Kidul
Tag : Jurnalis MAsyarakat Adat AJMAN Banten Kidul Menggelar Rakerda