Oleh Muh. Nurji

Musyawarah Wilayah V Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Junaedi sebagai Ketua Pelaksana Harian AMAN Wilayah NTB periode 2026–2031.

Musyawarah yang diikuti 162 komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Nusa Tenggara Barat ini juga menetapkan Armansyah sebagai Ketua Dewan AMAN Wilayah NTB, Wakil Ketua Kamardi Arif dan Dewi Kustina serta anggota Lalu Guntur Wiraksa Putra, Fitriah, Risdiani, Ahmad Yamin.

Musyawarah Wilayah V AMAN Nusa Tenggara Barat berlangsung di wilayah Masyarakat Adat Cek Bocek Selesek Rensuri, Kabupaten Sumbawa pada 6-9 Agustus 2026.

Junaedi menyatakan kepengurusan yang baru ditetapkan ini tidak hanya berkaitan dengan pergantian struktur organisasi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan gerakan dan konsolidasi Masyarakat Adat di tengah persoalan penguasaan wilayah.

“Regenerasi bukan sekadar pergantian orang dalam struktur. Regenerasi harus memastikan pengalaman gerakan diteruskan dan diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang menjawab persoalan Masyarakat Adat hari ini,” kata Junaedi dalam sambutannya usai dikukuhkan sebagai Ketua AMAN Nusa Tenggara Barat.

Junaedi mengatakan Masyarakat Adat di NTB saat ini sedang menghadapi banyak permasalahan diantaranya konflik agraria, ketidakpastian pengakuan Masyarakat Adat dan wilayah adat, tekanan terhadap ruang hidup, serta ancaman terhadap kebudayaan dan sumber penghidupan.

Ia menambahkan permasalahan ini tidak dapat dipisahkan dari posisi Masyarakat Adat dalam menentukan pengelolaan wilayahnya.

”Ini bukan semata-mata perrsoalan tanah tapi kedaulatan,” tegasnya.

Bagi Junaedi, wilayah adat merupakan basis kehidupan Masyarakat Adat. Di dalamnya terdapat sumber penghidupan, kebudayaan, pengetahuan, sejarah, hukum adat, serta identitas komunitas. Karena itu, hilangnya kepastian wilayah akan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan Masyarakat Adat.

Atas dasar ini, Muswil V AMAN NTB mengusung tema “Rebut Kedaulatan Ruang dan Teguhkan Identitas Masyarakat Adat.” Tema ini menjadi pijakan untuk memperkuat posisi Masyarakat Adat sebagai pemegang hak dan subjek dalam kebijakan pembangunan yang menyangkut wilayah kehidupannya.

”Pengakuan terhadap Masyarakat Adat tidak cukup berhenti pada pengakuan administratif. Pengakuan harus menghasilkan kepastian wilayah dan perlindungan hak. Kalau wilayahnya tidak jelas dan tidak terlindungi, Masyarakat Adat tetap berada dalam posisi rentan,” terangnya.

Junaedi dalam kesempatan ini juga menyinggung tentang pembangunan dan investasi yang berdampak terhadap wilayah adat. Menurutnya, pembangunan dan investasi harus menghormati hak Masyarakat Adat, melindungi lingkungan, serta memastikan keadilan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Solidaritas untuk Masyarakat Adat Cek Bocek

Pelaksanaan Muswil V AMAN Nusa Tenggara Barat di wilayah Masyarakat Adat Cek Bocek Selesek Rensuri menjadi bagian dari konsolidasi. Peserta Muswil menyatakan solidaritas senasib sepenanggungan terhadap perjuangan Masyarakat Adat Cek Bocek Selesek Rensuri yang saat ini sedang berjuang mempertahankan wilayah adat, ruang hidup, identitas, dan martabatnya.

“Perjuangan Masyarakat Adat Cek Bocek bukan perjuangan satu komunitas, ini bagian dari perjuangan Masyarakat Adat di Nusa Tenggara Barat,” tandas Junaedi.

Suasana pembukaan Muswil V AMAN Nusa Tenggara Barat. Dokumentasi AMAN

Tiga Arah Kepemimpinan Baru

Muswil V AMAN Nusa Tenggara Barat meneguhkan tiga prinsip perjuangan yakni berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya, dan mandiri dalam ekonomi.

Ketiga prinsip tersebut menjadi arah kerja organisasi dalam memperkuat posisi Masyarakat Adat secara politik, menjaga keberlanjutan identitas dan kebudayaan, serta membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi wilayah.

Junaedi mengatakan kepemimpinan baru AMAN NTB akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi antarkomunitas, sekaligus memastikan mandat Muswil diterjemahkan dalam kerja organisasi.

“AMAN harus semakin dekat dengan komunitas dan memastikan persoalan Masyarakat Adat menjadi agenda perjuangan bersama. Organisasi harus kuat karena komunitasnya kuat,” katanya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat di Nusa Tenggara Barat

Writer : Muh.Nurji | Nusa Tenggara Barat
Tag : Muswil V AMAN NTB Organisasi Harus Kuat Junaedi