Oleh Infokom AMAN

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi, menegaskan Undang-Undang Reforma Agraria yang baru saja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia bukan pemberian, bukan pula hadiah, tapi hasil perjuangan kita.

”UU Agraria ini karena kita yang merebut, karena kita yang berjuang, karena kita yang meraih,” kata Rukka dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Tani Nasional 2026 dan pembukaan Musyawarah Nasional IX Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.

Rukka menyampaikan apresiasi atas peran KPA yang telah mendorong lahirnya regulasi Reforma Agraria. Rukka mengaku ikut memantau dari dekat perjuangan KPA yang telah ”berdarah-darah” mengusung lahirnya Undang-Undang Reforma Agraria.

”Saya hanya bisa angkat topi untuk KPA dalam memastikan RUU Reforma Agraria menjadi Undang-Undang yang 80 % sesuai dengan tuntutan kita,” ujarnya.

Rukka mengingatkan bahwa dalam proses pengesahan Undang-Undang Agraria ini ada darah dan air mata yang tumpah. Undang-Undang ini, katanya, harus menjadi awal untuk memastikan makna sesungguhnya  dari tanah tumpah darah, tanah air kita Indonesia.

”Tanah tumpah darah petani, tanah tumpah darah nelayan, perempuan, buruh, pemuda, Masyarakat Adat,” tegasnya.

Rukka menyatakan KPA adalah organisasi yang paling siap untuk menjalankan Undang-Undang Reforma Agraria ini. Kenapa ? Karena seluruh yang diperjuangkan di dalam Undang-Undang ini sudah dijalankan oleh KPA.

”Hanya perlu memperbanyak dan memperluas inisiatif-inisiatif yang selama ini sudah dikerjakan,” imbuhnya.

Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi sedang memberi sambutan pada acara soft launch buku di sela rangkaian Munas IX KPA di Jakarta. Dokumentasi AMAN

KPA Terus Mendukung AMAN

Rukka mengatakan atas nama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kami mengucapkan terima kasih karena KPA yang terus mendukung AMAN, terus mendukung gerakan Masyarakat Adat.

”Bagi yang mungkin belum ingat atau tidak ingat, KPA salah satu yang ikut melaksanakan Kongres Masyarakat Adat Nusantara tahun 1999,” ungkapnya.

Rukka menegaskan untuk urusan Reforma Agraria di Indonesia, AMAN siap dipimpin oleh KPA. Rukka juga berterima kasih kepada KPA yang terus memastikan dalam Undang-Undang Reforma Agraria ini menempatkan Masyarakat Adat menjadi subjek.

Ia meminta Undang-Undang Reforma Agraria ini dikawal terus, jangan sampai ketika saat penomoran nanti terjadi perubahan.

”Kita harus pastikan semuanya masuk,” tandasnya.

Rukka berharap dengan ada pengesahan Undang-Undang Reforma Agraria ini, seluruh ketidak-adilan yang kita lewati, kita korbankan, dan kita alami dalam pemperjuangkan tanah dan wilayah adat bisa dikembalikan.

”Yang hilang tidak mungkin bisa dikembalikan, yang rusak tidak bisa dipulihkan 100%, tentu akan selalu ada bekasnya. Tapi, bekas luka itu perlu untuk menjadi pengingat kita, bahwa mempertahankan tanah-tanah kita itu dengan keringat, darah dan air mata,” ungkapnya.

Musyawarah Nasional IX KPA

Di akhir sambutannya, Rukka menyampaikan salam dari Masyarakat Adat di seluruh Indonesia, sembari berharap agar Musyawarah Nasional IX KPA menghasilkan agenda yang mendukung pelaksanaan Reforma Agraria. Ia pun menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Musyawarah Nasional IX KPA.

”Selamat melaksanakan Musyawarah Nasional dan bergembira menyambut Sekjen baru,” tutupnya. (apg)

***

Writer : Infokom PB AMAN | Infokom PB AMAN
Tag : Sekjen AMAN UU Reforma Agraria Bukan Hadiah Tapi Hasil Perjuangan