Oleh : Ronald Apolo

Sejumlah pemuda adat yang tergabung dalam gerakan Pemuda Peduli Adat Ngkiong  menggelar aksi menolak politik uang pada Pemilu 2024 mendatang. Mereka mensosialisasikan gerakan tolak politik uang ini ke seluruh muda-mudi serta pelajar di desa Ngkiong Dora, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Pemuda Peduli Adat Ngkiong, Roldian Maryono mengatakan sosialisasi tolak politik uang ini sebagai bentuk kepedulian pemuda adat terhadap jalannya Pemilu yang demokratis. Menurutnya, pemuda sebagai pemilih pemula masih banyak yang belum mengetahui bahwa politik uang melanggar hukum. Karena itu, akunya, melalui sosialisasi ini mereka ingin membuka mata para kawula muda agar mereka tahu politik uang itu melanggar hukum.

Roldian mengatakan setelah para pemuda tahu politik uang melanggar hukum, diharapkan mereka tidak melakukan atau menerima uang politik. Dan jika menemukan pelanggaran, diharapkan bisa melaporkan pelanggaran tersebut ke panitia Pengawas Pemilihan Umum.

“Ini yang kita sosialisasikan sebagai bentuk penolakan pemuda adat terhadap politik uang di Pemilu 2024,” kata Roldian Maryono disela aksi menolak politik uang di desa Ngkiong Dora pada Minggu (3/12/2023).

Roldian mengatakan pemuda adat  tidak boleh menerima uang pada Pemilu 2024 menatang.  Hal ini penting agar menjadi contoh bagi pemuda lainnya sehingga pelaksanaan Pemilu nantinya bisa berjalan dengan baik.

“Pemilu yang baik  melahirkan pemimpin yang baik pula, bukan pemilik modal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh tokoh pemuda adat Febrianus Evan bahwa sebagai pemilih yang cerdas, harus pemuda adat mencari informasi calon pemimpin, bagaimana visi-misinya sehingga pemilih tahu figur calon pemimpin yang akan dipilihnya.

"Semakin banyak menerima informasi akan bisa lebih tahu untuk memilih seorang pemimpin, sehingga nanti masyarakat dapat memilih pimpinan yang mampu melindungi masyarakat dan dapat mensejahterakan masyarakatnya," jelasnya.

Febrianus mengatakan pemuda adat harus menghindari politik hitam, yang biasanya sudah muncul jelang Pemilu. Sebab, politik hitam cenderung arahnya menghasut dan mengadu domba.

“Ini harus dihindari, pemuda adat jangan mudah terprovokasi maupun mempercayai berita yang tidak benar. Cari tahu dan cari sumber berita yang dapat dipercaya sehingga informasi itu bisa dipertangungjawabkan,” ungkapnya.

Namun, Febrianus percaya bahwa pemuda adat adalah generasi yang pintar dan cerdas, sehingga tidak terbawa oleh hal yang negatif atau black campaign.

Bawaslu Manggarai Timur mendukung gerakan anti politik uang yang disosialisasikan pemud adat Ngkiong. Baru-baru ini, Bawaslu Manggarai Timur memberikan edukasi kepada masyarakat di setiap Kecamatan terkait pencegahan politik uang dalam Pemilu 2024.

Ketua Bawaslu Manggarai Zakarias Gara menyatakan tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pencegahan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengertian, ragam atau jenis, dampak, dan cara pencegahan terjadinya praktik politik uang dalam penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya, sosialisasi ini penting untuk memberikan pendidikan politik, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dan menyebarkan virus pengawasan partisipatif.

“Kita ingin Pemilu 2024 mendatang bersih dari praktek politik uang dan black campaign,” katanya.

***

Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Tag : NTT Pemuda Adat Ngkiong Tolak Politik Uang di Pemilu 2024